Manusia hidup dimuka bumi ini tidak sendirian, melainkan hidup berdampingan dengan makhluk-makhluk lain termasuk flora dan fauna. Serta unsur-unsur yang menunjang keberlangsungan kehidupan manusia itu sendiri.
Selama ini kita hanya sebatas berkomunikasi dengan sesama manusia. Padahal seharusnya sebagai manusia kita harus banyak berkomunikasi dengan berbagai entitas. Baik dengan tanah; dengan air; dengan udara; dengan api, dengan pepohonan serta dengan binatang. Baik binatang yang melata, didalam bumi, didalam air, maupun dengan burung-burung diangkasa. Dengan begitu kita sebagai manusia akan bisa berinteraksi dengan mereka semua. Yang tujuannya adalah untuk mengenal sifat-sifat mereka, dengan habitat mereka, dengan kelemahan dan kelebihan mereka. Bilamana perlu kita bisa mengadakan bargaining untuk saling menukar antara kebutuhan mereka dan kebutuhan kita sebagai manusia.
Namun kenyataannya, kita masih bersikap tidak adil pada alam
Dan dianggapnya hanya sebatas udara saja yang membuat kita hidup. Sehingga yang sering diajak komunikasi adalah udara itu sendiri, yang bahkan selalu menjadi tempat rujukan ketika bersedih dan berbahagia. Selalu diajak bicara agar mendengarkan curahan hati kita. Walaupun didalam komunikasi itu hampir tidak pernah disadari nya.
Dengan hanya berinteraksi terhadap udara saja, tentu hanya sifat udara itu yang kita ketahui. Padahal antara makhluk yang satu dengan yang lain saling berhubungan erat serta membentuk suatu ekosistem yang tidak dapat dipisahkan satu sama laIn. Semestinya semuanya harus kita ketahui sifat-sifat mereka, apa kebutuhan mereka dan apa yang menjadi kehendak mereka. Dengan begitu kita akan dapat menyesuaikan terhadap apa yang menjadi kehendak kita. Serta akan dapat menserasikan, menselaraskan sekaligus menyeimbangkan dua kebutuhan antara mereka dan dirimu.
Tahukah?? Bahwa selama ini kita bisanya hanya memaksa agar semua bisa tercukupi, dan dalam hal ini hanya unsur udara saja yang kita suruh untuk mewakili kebutuhan dan kehendak mereka. Apa mungkin??
Andaipun berhasil tetapi butuh proses yang amat panjang sekali sebab walaupun semua makhluk sama-sama membutuhkan udara, dan sama-sama berkomunikasi dengan udara, akan tetapi tidak bersifat langsung. Dan amat berbeda sekali jika kita sendiri yang berkomunikasi langsung dengan mereka masing-masing. Disamping itu kita akan lebih dahulu tahu jika ada bencana atau musibah yang diakibatkan dari mereka ketika akan menyeimbangkan diri mereka. Sedangkan kita hanya tahu ketika terjadi suatu akibat dari bencana itu sendiri.
Seandainya kita mulai berlatih untuk mengenal mereka dengan sebenar-benarnya kenal, khususnya kelemahan dan kelebihan serta sifat-sifat dasarnya, tentu kita tidak akan pernah celaka. Dan semua itu hanya dapat kita lakukan, jika kita mau berinteraksi dan berkomunikasi dengan mereka yang juga sama-sama makhluk, dan tidak hanya unsur udara saja yang didahulukan. Sedangkan mereka tetap merupakan saudara tiri bagi kita.
Semoga bisa menjadi bahan renungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar