Puasa hampir akan berlalu, tengoklah kedalam diri. Masih adakah sisa rasa benci dan iri, serta sampah rasa yang masih tersisa? Terutama jika masih ada dendam pada orang lain, segeralah kamu gelontor dengan cahaya 1000 bulan agar nafsumu kembali bening. Jangan sampai setelah habis puasa sampah rasa itu tetap tersisa.
Jika saat hari raya tiba dan dirimu belum bisa menyirnakan rasa sakit hatimu, masih ada kesempatan untuk kau gelontor lagi dengan puasa lagi dengan 6 hari agar seluruh sampah rasa itu benar-benar sirna.
Akan tetapi, jika sampah rasa belum hilang merupakan bahaya besar bagimu. Karena sampah rasa itu akan menjadi virus untuk kembali menggerogoti hatimu dan berakar pada hari-hari yang lain. Lantas untuk apa dirimu berpuasa jika bibit iri dengki bahkan dendam kesumat kembali menumpuk didalam nafsumu?
Jika pada bulan yang penuh hikmah saja tidak mampu menghilangkan sampah rasa, bagaimana mungkin dirimu mampu mengatasi pada hari-hari biasa. Tahukah? Kenapa bibit benci itu masih tersisa???
Semua adalah karena dirimu memang masih belum percaya akan adanya Tuhan seperti yang sering kamu sampaikan selain hanya sebatas ritual, terkecuali jika apa yang menjadi kehendakmu bisa terkabul walau harus menghancurkan orang lain.
Dengan begitu pernahkah dirimu bertanya? Siapa sesungguhnya yang harus menyembah? Dirimu?? Ataukah Tuhan yang harus menghamba serta yang harus menuruti segala permintaanmu.
Jika dirimu belum bisa menjawabnya, berarti masih ada keraguan, apakah hikmah puasa telah kamu dapatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar