Segala kejadian ataupun peristiwa yang terlihat maupun yang kamu rasakan, adalah untuk kamu baca dan kamu pikirkan. Bukan untuk kamu nilai. Sebab dirimu itu adalah murid dan bukan seorang guru.
Dan jika dirimu terus menerus terhanyut untuk menilai terhadap peristiwa yang bertebaran dialam semesta ini, yang patut dipertanyakan adalah ; apakah kamu punya kewenangan untuk menilai?
Bukankah dirimu tahu bahwa segala apapun yang terjadi adalah atas kehendak Tuhanmu. Yang semata-mata membawa berita untukmu. Agar dirimu dapat membaca sebagai semiotika atau ayat-ayat yang nyata. Bisa juga sebagai jawaban atas seluruh pertanyaanmu baik yang masih berupa #sifat maupun yang sudah menjadi #kodrat. Lantas mengapa dirimu selalu berpikir untuk menilai?
Bukankah dengan demikian itu, sama halnya dirimu telah #menilai_tuhanmu sendiri?
Dan kalau selalu seperti itu, lantas untuk apa tuhan selalu memberikan berita lewat kejadian dan peristiwa, jika selalu berakhir dengan sia-sia bagimu?
Sehingga dengan kebiasaanmu untuk menilai, maka ketika dirimu mengalami suatu masalah, kamu tidak akan pernah bisa mendapatkan #jalan_keluar yang terbaik untuk kamu laksanakan. Melainkan akan selalu mencari orang lain untuk kamu salahkan dan melimpahkan kesalahan itu sampai terjadi. Mengapa??
Karena dirimu telah terbiasa menjadi #seorang_guru, dan belum pernah menjadi #seorang_murid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar