Frasa " didalam kosong Ada Isi, didalam Isi Ada kosong" mengandung makna yang terdalam bagi manusia.
Frasa tersebut adalah melambangkan dari diri folder nafsu itu sendiri, yang bertempat kedudukan di liver.
Dahulu pernah saya tuliskan bahwa nafsu manusia merupakan kekuatan pendorong agar jiwa dapat memenuhi kebutuhan lahir dan batinnya. Khususnya didalam menciptakan segala hal yang non empiris menuju empiris. Atau, dari langitnya sendiri menuju langit pertama.
Istilah "didalam kosong ada Isi" bermakna semua nafsu itu pada dasarnya dalam keadaan kosong, dan #jiwa_manusia yang bertugas untuk mengisi sesuai apa yang dikehendaki, dengan mengambil energi dari #hati_nurani yang berada didalam jantung.
Kemudian istilah "didalam isi ada kosong" bermakna ; semua nafsu yang telah terisi agar dikeluarkan semua dari dalam foldernya ketika sudah tidak diperlukan lagi, yakni disaat malam tiba disaat kita mau tidur. Jika nafsu masih terisi dan tidak kosong, maka sisa nafsu itu akan menjadi sampah didalam diri. Sehingga kemungkinan besar akan mempengaruhi pikiran dan membuat kita tidak bisa tidur.
Disamping itu pada keesokan harinya ketika kita perlu mengisi folder nafsu yang dalam keadaan tidak kosong, akan terkontaminasi dengan energi baru yang kita perlukan. Yang hal ini bisa terjadi karena kebutuhan pada esok harinya berbeda, maka energi yang diperlukan juga berbeda. Sehingga akan menghambat pemenuhan kebutuhan manusia itu sendiri.
Adanya kegagalan atau hambatan dalam pemenuhan kebutuhan ataupun keinginan manusia adalah semata-mata karena adanya #ketidak_sadaran terhadap mengisi dan mengosongkan folder nafsunya pada setiap harinya.
Bagaimana mengisi dan mengosongkan folder nafsu agar selalu murni tanpa kontaminasi?
Saya sendiri #setiap_pagi bangun tidur, selalu duduk bersila atau berbaring dengan kedua tangan ada didada (seperti orang mati).
Kemudian saya menarik nafas dari #mulut dan #menghembuskannya lewat #hidung. Ha itu bertujuan untuk #mengisi_energi dari hati menuju folder nafsu yang saya lambangkan dari tidak ada menuju ada. Atau dari kosong menuju isi.
Keadaan tersebut saya lakukan dalam beberapa menit, setelah itu baru kita bangun untuk melakukan kegiatan.
Selanjutnya ketika #malam_hari disaat mau tidur, saya melakukan lagi namun dengan keadaan Jalan nafas yang berbeda. Yakni dengan menarik nafas dari hidung dan menghembuskan kemulut. Atau dari ada menuju tidak ada, dari Isi menuju kosong.
Jika hal ini kita lakukan tiap hari, maka jiwa kita akan peka dan semakin tajam menghadapi segala masalah yang datang. Baik yang bersifat masalah pada #otak_kiri (ujian) maupun masalah pada #otak_kanan(cobaan).
Ringkasnya adalah : kita melakukan Jalan nafas pada pagi hari dari mulut ke hidung(stand by), dan pada malam hari menarik nafas dari hidung ke mulut(sleep)
Selamat mencoba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar