Ruang Metafisika:
Semua berawal dari cinta, dan cinta adalah rasa yang berada didalam hati. Kemudian menciptakan gelombang rasa bersifat cahaya, menembus langit dikepala menuju pusat semesta secara berkesinambungan.
Disitulah adanya awal mula kehidupan jiwa.
Cinta akan selalu tertuntun mencari jalannya sendiri untuk bertemu pasangannya didalam menyusuri dunia. Dan cinta tidak akan pernah berubah selamanya.
Adanya perubahan, ketika cinta kamu masukkan kedalam akal dan pikiran. Maka sejak saat itu terjadi perubahan rasa dari yang semula murni menjadi penuh rekayasa serta mempengaruhi jiwa. Mengapa?
Karena, akal pikiran hanya berfungsi menciptakan dari #sesuatu_yang_ada menuju #ada_yang_lain. Sehingga dari adanya perubahan itulah yang akhirnya bisa membuat diri menjadi susah dan bahagia, serta rasa kecewa yang datang silih berganti, sebagaimana sifat perubahan dunia itu sendiri.
Dan ketika cinta telah dipindahkan ke akal pikiran, semula yang bersifat #cinta_kasih berubah menjadi #cinta_nafsu untuk memiliki. Yang semula bersifat #memberi berubah menjadi sifat #meminta. Padahal semuanya selalu tersedia tanpa dirimu meminta. Bagaikan udara yang senantiasa tersedia disekelilingmu.
Pernahkah dirimu menginginkan udara itu untuk kau miliki? Padahal udara amat kau butuhkan supaya dirimu tetap dapat bernafas.
Dengan berubahnya sifatmu untuk selalu memiliki, akhirnya mengubah pula seluruh sifat yang saling memusuhi antara yang satu dan yang lain. Sehingga dirimu, tidak lagi bisa menemukan pasanganmu secara benar. Karena masing-masing juga merasa ingin memiliki yang akhirnya menimbulkan saling tarik-tarik menarik didalam pikiranmu sampai akhirnya terbentuk sifat egosentris pada masing-masing nafsumu. Serta tidak lagi dalam satu kesatuan besar bernama manusia. Antara hati, nafsu, jiwa, akal dan pikiran telah berjalan sendiri tanpa kendali.
Padahal, tahukah dirimu? Bahwa dimunculkannya jiwa ke permukaan bumi dari alam kegelapan menuju alam manusia, adalah supaya selalu mendapatkan terang dari cahaya cinta itu. Yang merupakan perwujudan dari gelombang #getaran_rasa yang terhubung antara hatimu dan hati semesta.
Hal itu bertujuan agar dirimu tidak terbebani oleh tekanan gravitasi yang akan mempengaruhi manusia batinmu.
Kemudian secara bersama-sama untuk mengelilingi tata surya secara linier, sebagai pusat garis edar seluruh makhluk didunia. Serta, akan membentuk mata rantai kehidupan yang berputar menuju perubahan dan perkembangan jaman.
Dan cinta akan selalu bisa tetap menjaga keseimbangan antara pancaran cahaya dari hatimu dan hati semesta, kendati jaman berganti berkali-kali.
Oleh karena itu, janganlah sekali-kali memindahkan rasa cinta kedalam akal pikiranmu. Biarkanlah rasa cinta tetap berada didalam hati sebagai rasa. Dengan begitu, keindahan rasa akan terus menerus mengaliri dirimu lahir dan batin, serta akan selalu bertemu dengan pasangannya tanpa terpisahkan membentuk kesatuan tunggal, antara langitmu dan langit semesta. Antara kehidupanmu dengan kehidupan semesta.
Serta, dalam keadaan ekosistem yang senantiasa terjaga dan terpelihara, mengiringi keabadian didalam perubahan itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar