Ruang Metafisika:
#Kepuasan_diri adalah merupakan rasa dasar yang muncul terhadap pemenuhan apa yang menjadi #kebutuhan lahir dan batin seseorang. Sedangkan #kebahagiaan dan #kesusahan merupakan suatu #persinggahan_rasa terhadap apa yang menjadi #keinginan terhadap dua hal, yakni : adanya #memori_rasa dan #rasa_memiliki.
Pada tahapan rasa ini mulai terjadi peperangan didalam diri. Yakni peperangan didalam mempertahankan rasa memiliki, ataukah membiarkan rasa tersebut hilang dengan sendirinya. Dan pada tahapan inilah yang sesungguhnya awal untuk memunculkan adanya #kesadaran_diri dengan suatu perenungan; bahwa segala sesuatu yang dimiliki, baik dipertahankan maupun tidak, lambat laun tetap akan hilang. Tanpa adanya kesadaran diri, maka rasa bahagia itu akan menjadi #sampah_rasa yang wujudnya adalah #kesusahan dan atau penderitaan ketika apa yang dimiliki telah hilang. Atau bahkan ketika apa yang diinginkan tidak tercapai.
Dengan adanya kesadaran diri, maka kebahagiaan yang termemori, akan meningkat menuju #keindahan_rasa serta tidak lagi terhambat akan rasa susah dan bahagia, derita maupun nestapa, yang disebabkan oleh hilangnya rasa memiliki yang menimbulkan juga sifat materi, serta yang akan menyiksa dan mempersempit keadaan jiwa seseorang, yang pada dasarnya merupakan sifat batin dan bukan sifat lahir.
Jika seseorang telah menggapai keindahan rasa, maka jiwa akan naik pada tahap #ketentraman_diri, yang selanjutnya akan naik tanpa hambatan menuju #rasa_damai. Dan seiring dengan waktu, maka rasa tersebut akan membentuk #seberkas_cahaya yang akan mengantarkan jiwa menuju #kekosongan, kemudian akan mengantarkan jiwa menuju #Arsy_Tuhan, sebagaimana yang sering disebutkan bahwa manusia kembali kesisi tuhannya.
Dan Jika dirunut dari masing-masing tahapan rasa ada 7 tingkatan sesuai dengan jumlah hari, jumlah langit, jumlah notasi dan jumlah warna yang kita kitahui selama ini.
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar