Ketika bicara apalagi penuh kemarahan, yang keluar hanya suara tanpa makna. Karena yang muncul adalah energi udara untuk membesarkan bibit api kedengkian. Kemudian menimbulkan polusi rasa mengkontaminasi jiwa, hingga akhirnya, akan membakar dirinya sendiri.
Tetapi ketika mulut ini diam, pikiran tenang, dan bekerja dengan penuh ketulusan hati, akan menuntun untuk mencipta menghasilkan karya. Dan tidak hanya untuk diri sendiri, namun bisa juga akan terimbas bagi orang-orang lain. Karena yang muncul adalah energi cahaya untuk menerangi jiwa - jiwa yang gelap dan gersang menggugah masing-masing energi dalam diri.
Kemudian akan mengubah kehampaan dan keputus-asaan menjadi kembali penuh sejuta harapan penuh semangat, teriring rasa bahagia merajut setiap karsa menjadi sebuah cipta.
Untuk itu, renungkan agar dirimu penuh kesadaran sebelum bertindak. Bahwa apa yang kau lakukan ; akan mempengaruhi terhadap jenis dan jumlah energi rasa yang akan muncul dari dalam diri. Terlebih apakah nanti energi itu akan membantu ataukah justru akan menghancurkan dirimu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar