Rasa ingin memiliki tanpa disadari, akan melahirkan bibit keserakahan didalam diri.
Dan jika keserakahan itu telah muncul, amat sulit untuk mengendalikan nafsu bagaikan mengendalikan kendaraan yang amat sangat cepat sekali kemudian mengehentikannya dengan tiba-tiba ketika ada halangan muncul didepan yang mengakibatkan kecelakaan.
Oleh karena itu jangan sekali-kali mencoba untuk memiliki sesuatu apapun tanpa disadari ; karena seluruh kepemilikan itu hanyalah milik tuhan.
Seberapa besar kita merasa memiliki sesuatu tanpa disadari; maka akan sebesar itu pula kesusahan dan penderitaan yang akan menghantui setiap saatnya, sampai rasa memiliki hilang dari dalam dirinya.
Mengapa itu bisa terjadi? Karena manusia itu sesungguhnya adalah makhluk rohani dan bukan makhluk jasmani.
Adanya jasmani hanya sekedar untuk melengkapi rohani agar bisa mengisi kehidupan ini menjadi nyata dan dapat mudah berinteraksi dengan yang lain. Sebegitu kita merasa memiliki tanpa disadari; maka sifat rohani akan hilang dan berganti menjadi sifat kebendaan atau sifat jasmani.
Dengan demikian kita akan semakin me-materi serta menjauhkan diri dari kerohaniaan nya sendiri.
Lantas bagaimana mungkin kita bisa berhubungan dengan tuhan secara benar? Karena tuhan itu sendiri adalah Dzat yang maha rohani.
Dan tuhan yang maha rohani itu hanya bisa berhubungan dengan rohani, sehingga jika unsur kerohanian diri telah hilang serta sudah berubah menjadi sifat materi, maka dirimu tidak akan pernah merasakan kebahagiaan apalagi kedamaian dihati.
Dan tahukah kamu bahwa adanya materi karena adanya hukum keterikatan dari berbagai unsur. Sedangkan rohani tidak mengenal hukum keterikatan, serta lepas dari dimensi ruang dan waktu. Yang hal itu agar dirimu dapat menyusun dimensi ruang dan waktumu sendiri untuk mengisi energi serta bibit materi apa yang kau kehendaki.
Selamat merenung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar