Bacalah atas nama tuhanmu agar ketika membaca maka hatimu yang akan menuntun untuk berpikir. Dengan begitu akan ada energi cahaya yang akan selalu menerangi setiap langkahmu.
Dan jangan sekali-kali membaca dengan penuh kemarahan dan kedengkian, agar hatimu tidak terbakar, sehingga setan yang menuntun akal pikiranmu. Jika sudah terbakar maka dirimu akan selalu berusaha untuk membakar orang lain tanpa kamu sadari. Dan dirimu, seolah bangga telah mampu membakar mereka dengan api nafsumu, untuk bersama-sama menghancurkan siapapun yang tidak sejalan.
Lalu untuk apa menyesali ? Justru ketika api pembakar itu telah habis, sedangkan apa yang jadi niatmu tidak kesampaian, dan dirimu serta keluargamu berada didalam kegelapan yang nyata. Dan sungguh hal itu merupakan penyesalan yang tidak bermakna.
Bacalah atas nama tuhanmu, dalam arti agar dirimu mengerti apa yang menjadi kehendak tuhanmu. Dan bukan kehendakmu sendiri. Karena dirimu bukan tuhan atas mereka atau siapapun. Dan bukan pula tuhan untuk dirimu sendiri. Melainkan kamu hanya sekedar hamba untuk menuruti apa yang ada didalam hatimu. Karena sesungguhnya didalam hatimu itulah ada cahaya Tuhan yang senantiasa memberkati dan menerangi apa yang harus kamu jalani.
Oleh karena itu bacalah atas nama tuhanmu lewat sikap prilakumu dan bukan lewat mata dan mulutmu. Ataupun lewat pendengaranmu. Tetapi, lewat hatimu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar