Dalam beberapa hari ini aplikasi KONTOOL menjadi trending topik di twitter dan Gtrends serta didalam dunia Maya lainnya. Padahal didunia nyata kedua aplikasi tersebut sudah lama beroperasi secara internasional. Sehingga semakin mengangkat aplikasi lainnya yang juga menggunakan istilah sejenis seperti " Tempix ; Memex ; Silit ; Entod dan lain sebagainya.
Namun justru yang paling menarik perhatian kita semua adalah dengan munculnya aplikasi yang berpusat di Berlin Jerman, dimana aplikasi tersebut diciptakan untuk membantu perusahaan dalam melakukan transformasi digital dan management keuangan.
Dilihat dari sudut pandang metafisika beberapa nama tersebut, khususnya KONTOOL dan TEMPIX mempunyai semiotika bagi negara Indonesia, walaupun kedua nama aplikasi tersebut pusat serta asalnya bukan dari Indonesia.
Apa semiotikanya??
Kedua nama aplikasi tersebut adalah merupakan nama yang akrab ditelinga orang Indonesia yakni merupakan Alat yang teramat vital kaum Adam dan Hawa, khususnya didalam sejarah perkembangan demografi serta peradaban manusia. Dimana KONTOOL adalah merupakan perangkat lunak dari laki-laki , sedangkan TEMPIX adalah merupakan perangkat lunak dari kaum perempuan yang keduanya adalah merupakan perangkat utama untuk regenerasi. Dan yang paling utama adalah untuk #bertamasya_didalam_rasa.
Jika kedua alat tersebut salah mempergunakan justru akan bisa menjadi penderitaan, kehancuran bahkan bisa membuat punahnya peradaban dalam suatu bangsa. Menimbulkan peperangan, perebutan kekuasaan, dan lain sebagainya.
Didalam dunia nyata, rielnya Aplikasi KONTOOL yang berpusat di Berlin Jerman, adalah khusus membantu dibidang managemen keuangan termasuk perpajakan. Yang mengandung arti bahwa para laki-laki harus kembali kepada habitat asalnya yang mencari, menemukan serta mengembangkan rejekinya untuk memberi nafkah pada keluarganya.
Bersambung....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar