Jika dipecat dari jabatan karena dirimu benar, maka yang malu adalah orang yang memecatmu. Tetapi jika dirimu dipecat karena selalu berbuat kesalahan yang fatal, seharusnya bukan dendam. Melainkan bersyukur dan instrospeksi diri ketika masih dipercaya memegang jabatan lain.
Jika tidak menyadari, tunggu saja kehancuranmu ketika alam semesta telah memecatmu bersamaan dengan datangnya bencana besar yang akan memporak porandakan semua ego dan kesombonganmu dalam meraih mimpi-mimpi mu.
Saat ini, datangnya karma itu sudah amat dekat menghampirimu, apakah dirimu masih belum menyadari?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar