Partner | KAENDRA Tour & MICE

Kamis, 16 Januari 2020

DIDALAM BUDAYA ADA RAHASIA KEHIDUPANMU



Setiap suku bangsa tentu memiliki bahasa dan budaya. Tetapi tahukah bahwa dibalik semua suku dan budaya itu sesungguhnya menyimpan segala sumber kemudahan bagi perjalanan hidupmu?  Bagaimana mungkin seseorang akan terlahir kedunia tapi tidak tersedia mata rantai kehidupannya? Seperti halnya ikan baik di air tawar maupun dilautan tentu tersedia mata rantai kehidupan agar dapat berkembang biak sesuai dengan habitatnya masing-masing. Jika tidak, maka cepat atau lambat makhluk tersebut akan mati. Atau setidaknya akan berubah dari sifat asalnya untuk menyesuaikan diri dari pergantian habitat tersebut.

Didalam diri manusia sebelum terlahir kemuka bumi sudah tertanam sel-sel awal mula kehidupan ( Sangkan Paran /kausa prima) yang menyatu didalam hatinya yang berwujud "RASA TUNGGAL" . Dan didalam rasa ini tersimpan juga induk bahasa dan budaya untuk mengisi kehidupan kelak saat manusia itu terlahir. Sehingga mengapa semua manusia bisa dengan mudah untuk berkomunikasi lewat bahasa dan berinteraksi lewat budaya. 
Sedangkan yang membuka pintu bahasa dan budaya adalah orang tuanya atau orang yang berada disekitarnya.  

Oleh karena itu untuk meraih apa yang menjadi tujuan hidup manusia maka hendaknya masing-masing rumpun manusia agar selalu melestarikan bahasa dan budaya kedalam kehidupan sehari-harinya. Dan itu merupakan salah satu wujud KEBAKTIAN kepada alam semesta yang memberikan wahana untuk mengembangkan kehidupannya.  Dengan berbakti maka seseorang akan mendapatkan kebahagiaan didalam rasa. Sehingga "Rasa tunggal " akan semakin berkembang menjadi berbagai macam warna rasa sesuai dengan kehidupan yang dialaminya. Seseorang akan menggapai rasa bahagia jika rasa yang ada didalam dirinya sudah benar-benar serasi selaras dan seimbang dengan alam sekitarnya. Dalam artian antara alam mikro (jagad cilik) sudah sesuai dengan alam makro(jagad gedhe).

Pertanyaannya adalah, mungkinkah seseorang akan bisa bahagia tanpa adanya kebaktian? Dan mungkinkah seseorang akan dapat berbakti secara benar jika yang dijadikan dasar bukan berasal dari budayanya sendiri, melainkan budayanya orang lain? Yang tentu akan menjadi terasing bagi seseorang untuk menyesuaikan antara alam mikro dengan alam makro. Yang hal itu karena keseharian dirinya telah hilang atau tertutupi dengan bahasa dan budaya yang berasal dari luar, dan bukan yang telah tertanam didalam sel-sel awal kehidupan manusia itu sendiri, serta yang sudah menyatu dengan jantungnya sekaligus yang selalu mengalir didalam darahnya.

Itulah yang terjadi selama ini dimana banyak orang yang merasa tidak bahagia, merasa terasing serta merasa tidak bisa memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya. Karena mata rantai kehidupannya telah hilang dan atau telah berubah dari asalnya. 

Kesimpulannya adalah kembalilah pada budaya masing-masing jika ingin bahagia. Karena dengan bahagia adalah merupakan satu-satunya jalan untuk mengatasi segala kesulitan yang ada didalam mengisi warna kehidupan. Dan didalam budaya ada rahasia kehidupanmu. Dengan demikian maka akan menjadi runutan rasa dari tingkatan dasar yakni : PUAS >> BAHAGIA >> INDAH >> TENTRAM >> DAMAI >> KOSONG >> TUHAN ( Universal ) 

Lebih lengkapnya bisa dilihat dari tulisan-tulisan saya beberapa waktu yang lalu.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar