Seleksi alam sudah semakin mendekati puncaknya khususnya terhadap siapapun sosok yang attitude nya tidak sesuai dengan atribut yang disandangnya. Semuanya akan segera berakhir.
Akhir-akhir ini semakin semarak meramal nasib orang lain dan saling berlomba untuk menunjukkan kepiawaian satu sama lain dengan cara yang berbeda yang ujung-ujungnya adalah untuk mengumpulkan pundi - pundi hartanya lewat profesinya. Mengapa?
Hal itu karena mereka tidak mampu untuk meramal dirinya sendiri. Mengapa tidak mampu? Karena mereka senantiasa menilai orang lain yang berarti berada diluar tubuhnya sehingga yang sering dipakai adalah akalnya dan bukan hatinya. Akibatnya adalah semakin banyak nilai dan hikmah yang seharusnya diserap untuk dirinya dari apa yang dibaca , akan sirna karena disibukkan untuk menilai orang lain. Dengan sirnanya nilai dalam dirinya akan membuat mereka menjadi orang tak bernilai karena kehilangan jati dirinya.
Saat ini, tanda - tanda alam seolah menunjukkan pada kita ketika melihat hari besar yang dirayakan kaum Nasrani beberapa waktu yang lalu yakni hari natal jatuh pada hari Jum'at. Dan kita tahu bahwa hari Jum'at merupakan hari yang sakral bagi ummat Islam. Dan kita juga tahu kaum Nasrani dan kaum Islam berasal dari akar yang sama yakni dari Banu Ishaq dan Banu Ismail.
Kemudian , tahun baru Imlek pada tanggal 12 Pebruari 2021 juga jatuh pada hari Jum'at. Dan kita tahu bahwa tahun baru Imlek adalah merupakan awal musim semi yang selalu dirayakan oleh orang - orang Tionghoa.
Jika membaca dari peristiwa penting diatas, yakni perayaan hari raya natal dan hari raya Imlek kali ini berada pada hari Jum'at, atau hari ke-enam dari jumlah hari, menjadikan pertanda bahwa ketiga kaum ini akan menyatu dan seiring sejalan didalam berkehidupan dan berbangsa apabila tidak meninggalkan unsur spiritual didalam memeluk agamanya masing-masing. Terlebih lagi saat musim semi ini tiba di tanggal 12 - 02 - 2021, apapun faham dan agamanya akan masuk kedalam peradaban baru yang lebih berbudaya dan bermartabat.
Apalagi hari Jum'at itu adalah merupakan hari ke-enam yang merujuk pada Indra ke-enam pada diri manusia yang harus selalu dilatih dan dikembangkan lagi lewat hati nurani. Dengan demikian kita tidak akan lagi disibukkan untuk meramal orang lain dibanding dengan meramal dirinya sendiri, agar tidak menjadikan pertikaian serta permusuhan antar sesama hanya untuk kepentingan dirinya sendiri dengan menafikan kepentingan orang lain lewat cara-cara yang tidak beretika tanpa merasa bersalah.
Selamat Merenung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar