Partner | KAENDRA Tour & MICE

Senin, 21 Maret 2022

ADANYA PAWANG HUJAN DI MOTO-GP MANDALIKA

 RUANG METAFISIKA:


Saat ada seorang perempuan menghentikan dan memindahkan hujan serta sekaligus mengendalikan awan mendung yang berarak di ajang racing moto-GP Mandalika, ada beberapa tanggapan ketika orang melihatnya. Ada yang mengatakan syirik, ada yang mengatakan klenik ada yang mengaguminya karena terbukti hujannya berhenti. Bahkan saat panas menyengat diminta untuk diturunkan hujan dan berhasil. Apa tanggapan saya??


Semua apapun yang ada didunia ini bisa dipengaruhi dan mempengaruhi, terlebih manusia yang memiliki kesempurnaan dibandingkan makhluk lain yakni memilik nurani dan naluri. Jika naluri dan nurani sudah menyatu dengan jiwa dengan penuh kesadaran semua hal bisa saja terjadi sesuai yang dikehendaki, baik itu yang bersifat kognitif maupun meta kognitif.


Tentang hujan yang bisa berhenti cara sederhananya sebagai berikut :


Jika setetes air kita jatuhkan pada 1 bak air ataupun kolam yang berisi air maka air akan bergerak dan bergelombang ditempat setetes air itu dijatuhkan. Yang hal itu terjadi karena adanya energi yang menerpa sehingga akan mempengaruhi air itu sehingga bergelombang. Jika tetesan air itu terus menerus dijatuhkan secara berkesinambungan maka gelombang air itu juga akan terus menerus menggerakkan air disekitarnya. Molekul air lebih padat dibandingkan udara. 


Begitu seseorang memberikan energi makna pada udara lewat nafas seseorang yang diarahkan ke langit agar hujan itu berhenti. Tentu hujan akan berhenti. Ketika ditambahi dengan suara bunyi-bunyian adalah untuk menekan suara hujan agar kalah dengan suara alat yang di tabuh sehingga orang tersebut bisa lebih fokus terhadap suara yang ditabuh dibandingkan dengan suara hujan.  Dan jika hal itu dilaksanakan dengan berkesinambungan maka suara hujan itu akan sirna. Dan jika suara hujan sirna maka otomatis air hujan itu pun juga berhenti.


Bahkan ada seseorang yang menghentikan hujan dengan membakar mercon nyatanya hujan nya juga berhenti. 


Dan saat kemarin ketika hujan itu dihentikan oleh perempuan pawang hujan itu terdengar suara petir yang menggelegar dan meledak serta mengeluarkan api saat petir menghantam pinggir jalan. Apa yang terjadi?? Hujannya lantas berhenti. 


Yang jadi masalah kenapa ada orang yang mengatakan klenik??  Jika jawabannya adalah karena  tidak meminta kepada Tuhan, apa mungkin tidak meminta pada Tuhan? Dan adakah segala sesuatu dimuka bumi yang tidak meminta pada Tuhan?? Semuanya pasti meminta pada Tuhan adapun cara yang dipakai adalah semata menjalankan adat yang dipercaya oleh orang tersebut. Penggunaan cara akan lebih memfokuskan pada apa yang jadi kehendaknya.

Jika ada orang yang mengatakan bahwa jaman sudah modern kok masih menggunakan hal-hal yang tradisional seperti itu.  Lantas yang dikatakan modern itu seperti apa?? Dan siapa yang harus menentukan modern dan tidaknya?? 


Dan ada pula yang mengatakan bahwa kenapa kok nggak ada pawang gempa ? Jawabannya mudah sekali yakni kalau gempa itu kan berasal dari dalam bumi dan seluruh makhluk berasal dari tanah dan keberadaan gempa tidak kelihatan sehingga sulit walaupun belum tentu tidak bisa.


Bagi saya, yang penting adalah hasil akhir yang tercapai dan sepanjang tidak merugikan orang lain apapun yang dilakukan sah - sah saja dan banyak jalan menuju Roma. 


Selamat merenung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar