Hasil akhir yang hendak dituju oleh negara Indonesia adalah "Menuju Indonesia emas 2045". Mengapa frasa tersebut dipilih, yang tanpa disadari kita mengacu pada logam mulya dan dipakai sebagai aset devisa bagi negara diseluruh dunia. Dan kita semua tahu bahwa emas adalah logam yang tidak bisa tertarik oleh Magnet karena emas tidak mempunyai sifat kemagnetan, namun bisa dilacak keberadaannya lewat elektro magnetik.
Jika semua para pemimpin dan para elite bangsa sudah menyepakati bersama untuk menggapai Indonesia emas, seharusnya mereka yang tanda kelahirannya mengandung unsur emas atau logam mulya menyatu dan dalam satu ikatan kasih untuk mendukung orang yang akan dipilihnya sebagai pemimpin yang akan dihelat pada pilihan presiden pada tahun 2024 ini, dan bukan saling gontokan.
Pro kontra memang wajar dan logis, tapi perlu diketahui apapun yang terjadi suka atau tidak suka Indonesia emas itu akan benar-benar dapat digapai, setelah ibukota pindah ke NUSANTARA yang sudah serasi dengan nama negara INDONESIA yang terdiri dari 9 huruf. Dan saya tidak heran kenapa yang melaksanakan pemindahan Ibukota dari JAKARTA ke IKN adalah presiden Joko Widodo. Hal itu karena Jakarta terdiri dari 7 huruf dipindahkan oleh presiden ke 7. Yang hari kelahirannya juga 7 + 7. ( saya tidak akan menulis panjang lebar tentang hal ini).
Presiden ke 7 Indonesia ini yang tahun kelahirannya mengandung unsur logam bahkan menurut saya merupakan unsur yang langka yakni logam tanah jarang atau Rare earth element ( REE ). Sehingga saya juga tidak kaget para pemimpin besar dunia amat mengagumi yang mungkin juga ada yang iri dan membencinya. Disamping itu banyak diantara para pemimpin besar dunia yang ber unsur air. Dimana Air dan logam dapat bersinergi serta saling membutuhkan.
Ditambah lagi keberadaan Indonesia dilewati garis tengah bumi khatulistiwa yang membatasi lintang Utara dan lintang selatan, yang saya gambarkan otak kepala manusia yakni otak kiri dan otak kanan, dimana khatulistiwa merupakan otak tengahnya.
Selanjutnya, jika ada diantara para calon presiden yang tanda kelahirannya logam mulya atau emas jauh lebih baik untuk bersatu padu untuk membangun negeri agar tidak rungkad karena sesungguhnya unsur logam tidak dapat dilawan. Dia sebagai penguat sekaligus penunjang. Bahkan bisa jadi bom , nuklir dan segalanya. Presiden pertama Ir Soekarno founding father kita dan presiden kedua Soeharto adalah ber unsur logam. Dan orang-orang yang ekor tahun lahir nya 0 dan 1 itulah yang mengandung unsur logam mulya itu sendiri.
Untuk itu saya menghimbau agar para anak bangsa khususnya para elite yang berekor 0 dan 1 pada tahun lahirnya menyatu bersama.
Saya yakin hal itu akan dapat terlaksana jika satu sama lain tidak saling MERASA terhadap dirinya melainkan saling MERASAKAN apa yang merasuk dalam dirinya. Terlebih lagi saat ini telah banyak SEMIOTIKA yang saya baca sejak lagu rungkad dinyanyikan di istana, anjloknya sekaligus tertabraknya kereta api Argo Semeru oleh Argo Wilis di Jawa tengah tempo hari, ditambah banyaknya bencana yang akhir-akhir ini melanda.
Untuk itulah di hari Anggoro kasih ini, selagi masih belum terlambat saya kembali menuliskan renungan semiotika yang saya persembahkan kepada seluruh anak bangsa. Semoga bermanfaat.
Hari Anggoro kasih 31102023
Tidak ada komentar:
Posting Komentar