Kalau nabi besar Muhammad saw. Bisa ISRO' MI'ROJ secara jiwa dan raga. Kita manusia biasa hendaknya bisa, walau hanya sebatas rasa belaka. Dan utk bisa melakukan itu memang dibutuhkan rasa damai lebih dahulu. Tanpa keadaan ini amat sulit sekali. Dan, damai ini biasanya setelah mengalami 3 keadaan yg saling menghantam. Baik secara sekaligus ataupun berangsur 2. Spt keadaan rasul saat sebelum hijrah. Beliau mengalami :
1. Istri yg dicintai, meninggal, paman nya abu Tholib juga meninggal. <kehilangan cinta >,
2. Terancam jiwanya mau dibunuh.
3. Sumber kehidupan ditutup dan diboikot, serta tdk boleh menyebarkan ajaran nya. Dlm kondisi kehilangan 3 Ta ini <HARTA, TAHTA DAN CINTA> inilah yg membuat beliau pasrah, sehingga dipanggil oleh Allah. Dengan keadaan yg spt itu seluruh warna rasa sdh hilang, selain hanya Allah yg memang menjadi warna asal manusia. Shg tidak heranlah bila beliau akhirnya bisa isro mi'roj. Jadi bila kita mengalami keadaan damai, sebenarnya sdh masuk dalam alam kosong [ jawa : awang uwung]. Kita harus senantiasa berpikir tentang alam semesta seisinya. Tentang bagaimana penciptaan nya, bagaimana unta dihidupkan, tumbuh2an, bintang2 dsb. Yg penting kita harus jadi subyek. Alam seisinya jadi obyek. Kemudian mencocokkannya dgn dgn Al Q'uran<ayat qauliyah/teori> dgn praktek sendiri lewat pandangan kita pd alam sekitar. Agar mendpt pengalaman ttg ayat2 qauniyah. Yg tujuannya adalah menauhidkan Allah. Yakni : memahami eksistensiNya.,mengenalNya,berinteraksi dgn Dzat yg maha agung,dan akhirnya bersatu dlm kebesaranNya. Dan dlm keadaan damai ini hati akan benar2 bening saat membaca ayat2 qauliyah dan qauniyah<antara teori dan praktek > akan bs balance. Khususnya didlm membaca QS.88 :17-20 ; QS. 31 : 10 dan 27 ; QS.: 190-191. Dsb. Yg pada intinya kita haruslah memikirkan kebesaran Allah Lewat ayat 2 hidupnya. Baik sedang duduk, sdg berdiri.,berbaring dan dlm keadaan apapun. Bukankah kita diwajibkan dlm keadaan berwudu' saat baca Qur'an.? Tujuan nya adalah agar hati kita bening. Smg bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar