Judul diatas saya ambil dari Stts dari mbah Yon's sahabat dan saudara saya. Beliau katakan " damai tapi gersang ". Memang agak sulit menuliskan nya selain orang itu sendiri yg merasakan. Karena rasa yg ada pada mbah Yon's benar 2 sdh hampir pd titik puncak rasa. Tata urutan tingkatan keadaan rasa adalah sbb :
1. Sblm ada dan terlahir dari rohim ibu, adanya di alam kosong, kemudian menjadi ada dlm rahim.
2. Begitu terlahir kedunia sampai sekitar 5 tahun, masuk dalam rasa damai. Setelah itu mulai akan masuk dalam 7 level keadaan RASA, lewat PERASAAN. Yakni :
1.PUAS -> 2. senang, gembira dan BAHAGIA -> 3. INDAH -> 4. AMAN dan TENTRAM -> 5.DAMAI -> 6. KOSONG -> 7. RASA TANPA PERASAAN/ mi'rojnya rasa.[tidak jiwa dan raga spt Rasul].
1.PUAS -> 2. senang, gembira dan BAHAGIA -> 3. INDAH -> 4. AMAN dan TENTRAM -> 5.DAMAI -> 6. KOSONG -> 7. RASA TANPA PERASAAN/ mi'rojnya rasa.[tidak jiwa dan raga spt Rasul].
Inilah yg akan selalu jadi siklus rasa yg positif. yg juga menjadi ekosistem rasa. PUAS = bila kebutuhan sdh terpenuhi, tapi tanpa memory rasa. Shg hilang begitu saja. BAHAGIA = KEINGINAN SDH TERCAPAI, ada memory, dan ada rasa ingin memiliki. INDAH,= KEINGINAN TERCAPAI, ADA MEMORY tp tidak ada rasa ingin memiliki. Spt kalau kita sepulang darma wisata. Banyak keindahan yg kita rasakan. Sebegitu pulang, keindahan masih termemory, tanpa ada kesedihan apapun. AMAN dan TENTRAM = sudah tidak pernah terbebani apapun dalam hidupnya selain membebani sesuai kemampuannya. Kalau level INDAH, AMAN dan TENTRAM, dijalani terus menerus, maka akan menuju level DAMAI. Dan pd level ini kita memang harus aktif stelsel, utk memasukkan keadaan "Rasa Apa" yg dikehendaki, dan pasti sudah bisa melaksanakannya. Caranya adalah dgn membayangkan sgl sesuatu yg pernah dialaminya. Dgn bgt "PERASAAN, " akan kembali hadir saat itu juga. Spt pemain drama. Disaat perannya hrs menangis, dia bisa menangis. Dsb. Bila hal ini diteruskan, tentu akan masuk pd" RASA AWAL" saat bayi, yakni kosong. Bedanya, kalau bayi tdk ada kesadaran akal. Kita ada kesadaran. Atau istilahnya gila yg disadari. Kalau tdk diisi, ya mesti aja gersang. Lha tanah yg tidak ditanami, akan subur bagaimana? Smg bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar