Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 22 Maret 2011

PENERAPAN MANAGEMENT MALAIKAT DIDALAM MERAIH IMPIAN

Penggunaan kata “Management Malaikat” hanya merupakan istilah saja yang sengaja saya ambil dari istilah agama agar lebih mempermudah didalam pemahaman isi artikel ini yang tentunya agar mudah mengetahui bahwa kata “Malaikat” adalah hal-hal yang bersifat baik dan positif, sedangkan kata “setan” adalah yang bersifat buruk atau negatif.





Dari sudut pandang metafisika otak manusia kami istilahkan terbagi menjadi 3 bagian utama, yang sangat dominant bagi arah kehidupan kita, yaitu:

  1. otak kiri kami gambarkan dengan hal yang berkaitan dengan sesuatu yang empiris (verbal/ nyata) yang didalam dunia metafisika kami istilahkan sebagai habitat setan (ada kecenderungan mengarah pada setan);
  2. otak kanan berkaitan dengan hal-hal yang bersifat non empiris (non verbal/ tidak nyata) yang kami gambarkan sebagai habitat malaikat.
  3. otak yang ketiga adalah otak belakang sebagai penyimpan data-data dari hasil pantauan atau pemikiran baik yang sudah terselesaikan maupun yang belum terselesaikan. Dan otak ini kami simpulkan sebagai pusat memory.

Kenapa otak kiri sebagai habitat setan ?

Hal ini karena memiliki cara kerjanya adalah sbb :
  • Dia bekerja dari “ada” menuju “ada” yang lain, dimana bentuknya adalah memikirkan hal-hal yang sudah ada untuk dirubah menjadi bentuk lain. Misalnya kita punya uang 10 juta, uang ini akan diwujudkan apa ? Kalau dibelikan motor berarti adanya uang dirubah menjadi “Adanya Motor”.
  • Dalam bekerja dibantu oleh 5 indra yang dikenal dengan nama Panca Indra. Yakni indra penglihatan (mata), pendengaran (telinga), penciuman (hidung), perasa (lidah), peraba (kulit). Semua itu adalah untuk membantu manusia supaya bisa lebih tepat didalam mengadakan perubahan sesuai keinginan, yang kesemua indra ini dibutuhkan suatu sinergi sesuai dengan fungsinya masing-masing sehingga akan simbiosis dengan permasalahan yang dihadapi.
  • Otak kiri bersifat menyelesaikan masalah. Jadi begitu ada masukan masalah, mau tidak mau atau suka tidak suka pasti akan berusaha untuk menyelesaikan masalah, apapun yang terjadi. Dan disini mulai timbul permasalahan bila masalah itu tidak bisa diselesaikan, maka akan terekam di otak belakang yang bersifat memori, untuk ikut membantu baik langsung saat itu melalui pengalaman-pengalaman masa laludisaat punya masalah sejenis. Akan tetapi kendatipun demikian, bisa saja masalah itu tetap tidak bisa terselesaikan bila dari pusat memori tidak tertemukan data-data yang tepat guna diterapkan pada masalah yang sedang dihadapi, sehingga hal inilah yang sering dikatakan, orang tersebut sedang mengalami kesusahan karena masalahnya belum bisa selesai. Dan bila hal ini berlarut-larut lama tersimpan di otak belakang kemudian ditambah dengan masalah baru yang bertumpuk-tumpuk dan tidak bisa diselesaikan, maka pusat memori menjadi penuh. Maka orang tersebut bisa depresi/ stress bahkan bisa gila. Kenapa ? Hal ini dikarenakan kekuatan masing-masing otak seseorang terbatas sesuai dengan kodrat dasarnya yang dalam hal ini sama dengan kartu memori ada berapa Mb atau berapa Gb. Sehingga bila penampungan data-data tersebut penuh (over load) maka akan menyebabkan error atau bisa merusak tulisannya.
Dewasa ini makin banyak orang yang terhimpit ekonominya atau tertekan batinnya, padahal dunia telah semakin modern tetapi kenapa pertikaian antar sesama makin hari makin marak? Bahkan banyak orang yang semula dikenal baik tau-tau terjerat narkoba. Dilain sisi banyak terjadi bencana banjir, tsunami, badai, gempa tektonik maupun vulkanik yang tidak sedikit memakan korban baik manusia, hewan, maupun kerugian materiil yang tidak sedikit. Sementara disisi yang lain banyaknya penyakit yang sudah menjadi pandemi mulai dari HIV, flu burung, dll. Yang pada pokoknya semakin membuat orang kebingungan, kemiskinan makin bertambah, tanpa mengerti apa yang terjadi. 
Banyaknya para kritikus dan para pakar saling membuat teori-teori tentang semua itu kenapa terjadi? dengan berbagai hipotesa-hipotesa namun belum ada yang benar-benar mengena pada substansi masalahnya. Begitupula dari para pakar agama mengatakan hal itu terjadi karena ulah dan dosa manusia tanpa bisa menjelaskan kenapa orang berdosa? Dan apa definisi dosa itu sesungguhnya, kami mencoba untuk mencarikan solusi yang terbaik bagi masing-masing orang melalui management malaikat yakni segala permasalahan-permasalahan yang kita miliki kita serahkan dan kita mintakan bantuan kepada malaikat atau ilmiahnya adalah kita serahkan pada otak kanan.

Cara Minta bantuan malaikat :




Setiap kita timbul kesulitan yang menyebabkan kesusahan, maka hal itu merupakan signal atau tanda bahwa kita tidak mampu untuk berfikir atau menyelesaikan masalahnya. Maka sejak itu berhentilah berfikir sembari menarik nafas dari mulut dan menghembuskan melalui hidung sampai 3 kali. Setelah itu berbicaralah pada diri sendiri, kalau masalah itu kamu pasrahkan pada otak kanan untuk mengatasinya, sedang kita sudah tidak mampu untuk menyelesaikanya. Dalam hal ini sering disebut dengan doa, maka niscaya apa yang kita masalahkan akan bisa diatasi sepanjang masalah yang dipasrahkan pada otak kanan cukup jelas, mulai dari apa yang kita butuhkan, kenapa kita butuh, dalam waktu berapa lama kebutuhan itu dikabulkan. Setelah itu jangan sekali-sekali memikirkan lagi sampai waktunya habis. Dan kita tinggal melihat berhasil atau tidak. Namun, setiap saat kita harus bernafas dari mulut ke hidung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar