Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 22 Maret 2011

Penggunaan Otak Kanan (Function of use Right Brain)

Konon Einstein yang super jenius pemakaian otaknya hanyalah ± 6 % dari seluruh otaknya, yang hal ini diketahui setelah Einstein meninggal otaknya diawetkan serta dipelajari oleh professor-profesor di kedokteran. Kenapa demikian ? Menurut hemat saya logis saja, sebab Einstein lebih banyak menggunakan otak kanannya dibanding otak kirinya, dimana sampai detik ini belum banyak orng yang tahu bahwa sebenarnya otak kiri sajalah yang disebut akal, yang menimbulkan pikiran, sedangkan otak kanan yang menimbulkan impian atau cita-cita sehingga semakin jenius seseorang maka akan semakin sedikit penggunaan otak kirinya, dan semakin bodoh seseorang akan semakin banyak penggunaan otak kirinya.


Kenapa harus pakai otak kanan ?
Jawabannya adalah kita di dalam mengawali sesuatu haruslah dimulai dari impian (dream) lebih dulu khususnya bagi suku bangsa Asia/ Timur (Eastern) yang konon otak kanannya memang lebih dominan dari orang barat (western) yang otak kirinya lebih dominan. Hal ini bisa dibuktikan dengan beberapa contoh yang exclusive seperti halnya kita lebih mendahulukan kesantunan, suri teladan, dan sebagainya. Disamping itu hampir seluruh agama yang ada merupakan produk orang-orang timur, Islam, Kristen, Budha, Hindu, dsb. Termasuk budaya-budaya yang ada, dimana apabila kita perhatikan senantiasa mendahulukan otak kanan seperti bersalaman, makan pakai tangan kanan, mengambil/ menyerahkan barang, dsb. Serta masih banyak lagi contoh-contoh yang tidak bisa saya sebut satu persatu. Hal ini menjadi gambaran bagi kita bahwa agar kita tidak mengalami kesusahan dalam hidup di dunia, haruslah kita di dalam melangkah mencari kehidupan dan nafkah lahir batin, haruslah dimulai menggunakan otak kanan. Terlebih lagi bila kita melihat tulisan arab yang nota bene sebagai tulisan suci bagi komunitas Islam di dunia juga dimulai dari sebelah kanan menuju kekiri.
Bukankah hal ini merupakan ayat/ semiotika/ fenomena untuk jadi bahan renungan ? Setelah itu barulah kita meningkatkan ilmu kita sampai di negeri China. Kenapa ? Karena tulisan China bisa dimulai dari 3 penjuru yakni dari atas kebawah, dari kanan kekiri, dan dari kiri kekanan. Dimana bila kita ingin membacanya tergantung darimana huruf awal dimulai.

Otak kiri adalah penyimpangan :
Bila nyata-nyata fenomena diatas, kita harus mendahulukan otak kanan didalam mau mengawali pekerjaan, lantas kita langgar dan kita memulai dari otak kiri maka kita tidak akan bisa mencapai hasil pekerjaan dengan maksimal. Sehingga baik sadar ataupun tidak suatu ketika kita akan mengalami kesusahan.
Terlebih lagi saat sekarang ini dunia sudah semakin sempit, harga-harga sudah melambung, beras, minyak, dll. Kemiskinan, kelaparan, bencana alam turut menghiasi kehidupan kita sehari-hari maka tentu amat sakit untuk diatasi bahkan tidak masuk di “Akal” (karena akal memang terbatas), maka satu-satunya jalan adalah penggunaan otak kanan secara sungguh-sungguh, karena otak kanan tidak kenal kata “maksimal” yang penting apa yang menjadi cita-cita atau impian haruslah dicanangkan dengan tepat mulai dari apa yang dicita-citakan. Dengan demikian merubah dari keinginan (want) menuju kebutuhan (need).
Langkah-langkah menuju otak kanan :
  1. Menyebutkan pada diri sendiri keinginan yang akan dicapai termasuk waktu dan alasannya;
  2. Kita pasrahkan bahwa cita-citanya akan terkabul. Arti pasrah disini adalah jangan memikir-mikir lagi berhasil atau tidaknya (positive thinking).
  3. Setelah memasrahkan kesusahan jangan mikir-mikir lagi sampai waktu terhadap cita-cita tersebut habis.
  4. Setiap saat haruslah bersifat santun pada setiap orang yang ditemui, kurangi amarah, perbanyaklah merenung, dan beramal-lah pada orang-orang yang tidak mampu. Semakin sering kita memberi pada orang yang miskin tanpa kita ketahui nama dan alamatnya semakin baik.
  5. Jangan sekali-kali punya hati kotor, iri, dengki, sombong, dsb. Serta jauhi pula keinginan-keinginan untuk mengambil yang bukan haknya, merekayasa demi keuntungan kita serta merugikan orang lain termasuk korupsi, mencuri, merampok, serta hal-hal negative lainnya. Sebab semua yang tersebut ini adalah perbuatan otak kiri yang akhirnya otak kanan tak akan berfungsi secara maksimal.
Kesimpulan:
Seluruh keinginan pasti akan tercapai lewat otak kanan, karena cara kerjanya adalah menciptakan dari “Tidak ada menuju ada” dan tidak ada sesuatu yang tidak mungkin bagi otak kanan. Kalau sudah demikian untuk apa kita korupsi, mencuri, merampok, dsb. Bila selama ini dibantu setan bisa kaya raya, tetapi menderita, masa’ dibantu malaikat akan melarat ? “DONA NOBIS PACEM”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar