Hampir semua orang tentu orang tentu pernah mendengar tentang black hole yang dikenal dengan istilah lubang cacing, karena bentuknya seperti lubang cacing di angkasa. Tetapi apakah semua orang mengerti ada apa didalamnya? Sehingga masing-masing orang akan menerka, bahwa lubang hitam itu adalah anti materi. Ada pula yang mengatakan bahwa lubang hitam itu adalah jalan menuju alam paralel. Namun tidak satupun yang berani mengambil keputusan, serta membuktikan terhadap apa yang dikatakan. Sehingga sampai sekarang masih tetap penuh misteri.
Dari sini, saya ikut pula mencari keterangan dan pengetahuan, baik di internet, juga di AL Qur’an, tetapi belum saya dapatkan secara jelas dan ilmiah. Dari pemikiran yang panjang ini, akhirnya saya menemukan suatu kesimpulan (walau masih perlu dibuktikan). Cara berpikir saya sederhana, bahwa segala sesuatu yang terdapat didalam alam makro pasti juga terdapat didalam alam mikro. Semua yang ada di alam mikro, bahkan sampai tingkat yang sekecil-kecilnya didalam diri manusia, adalah merupakan gambaran terhadap apa yang ada didalam alam makro. Dalam arti, bahwa alam mikro merupakan prototype, atau miniatur dari seluruh benda-benda angkasa, yang ada di alam semesta.
Sebelum membahas tentang apakah black hole itu, dari mana asalnya, maka lebih dahulu kita harus mengerti terhadap karakternya atau ciri-cirinya.
Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa black hole ada didalam tata surya kita, diantara planet-planet dan satelit yang secara bersama-sama mengelilingi matahari sebagai porosnya.
Karena masing-masing planet, dan satelit berputar, mengelilingi dirinya sendiri, serta bergerak untuk mengelilingi porosnya yakni matahari, maka tentu memiliki energi dan massa. Semua benda, tidak akan mungkin berputar tanpa ada dua unsur ini. Sehingga dengan adanya perputaran pada masing-masing benda secara bersama-sama, ditambah dengan energi dan massa yang berbeda, tentu akan menimbulkan daya grafitasi. Yang saling tarik menarik secara simultan, akan menimbulkan massa baru dan juga kumpulan energi yang amat hebat. Disamping itu, karena adanya jarak antara masing-masing, serta sama-sama berputar secara simultan, pasti akan menimbulkan ruang atau celah yang kosong ditengah. Lambat laun, ruang atau celah yang kosong ini akan menjadi ruangan yang penuh energi dan massa juga. Yang besarnya tergantung jumlah benda yang berputar disekelilingnya. Serta, berapa besar energi dan massa yang dimiliki masing-masing benda. Juga, berapa lama benda-benda itu berputar.
Contoh pertama: disaat kita melihat seseorang yang membuat es putar secara sederhana. Yakni, didalam satu bejana diisi dengan adonan yang terdiri dari santan kelapa, roti, air, gula dan lain-lain. Kemudian diluar bejana itu diisi es batu dengan garam, dan bejana yang ditutup rapat lantas diputar dengan tangan secara berulang-ulang. Apa yang terjadi? Adonan yang ada didalam bejana, yang semula berbentuk cair, berubah menjadi bubur es yang enak sekali, dan bagi yang meminumnya bisa pusing kalau belum terbiasa, selain anak-anak. Artinya, segala sesuatu yang ada diluar bejana, akan mempengaruhi terhadap semua yang berada didalam bejana.
Contoh kedua : Bila gelas yang biasa diisi dengan air dingin atau es, kemudian secara tiba-tiba diisi dengan air panas, tentu gelasnya akan pecah. Begitu pula sebaliknya.
Contoh ketiga : Bila dari empat penjuru ada 4 orang, masing-masing membawa benda bundar yang berbeda. Ada yang panas dan ada yang dingin, diputar bersama dengan kecepatan berbeda dan simultan, sambil mengelilingi tempat kosong yang jadi pusatnya. Disitu akan kumpul materi, anti materi, ruang, dan waktu, yang semakin lama akan semakin besar. Sehingga benda-benda yang diputar diluarnya, dan mendekati ruangan itu, akan terhisap dengan sendirinya.
Contoh keempat : Adanya “ Segi tiga Bermuda”, terjadinya karena adanya arus laut yang panas, dan arus laut yang dingin, sehingga menimbulkan kawasan segi tiga Bermuda. Secara teori sebagai berikut :
Di sebelah utara khatulistiwa
a. Arus Khatulistiwa Utara, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke arah barat, sejajar dengan garis khatulistiwa, yang terjadi akibat dorongan angin pasat timur laut.
b. Arus Kurosiwo, merupakan lanjutan arus khatulistiwa utara, karena setelah sampai di dekat Kepulauan Filipina, arahnya menuju ke utara. Arus ini merupakan arus panas, yang mengalir dari utara Kepulauan Filipina, menyusur sebelah timur Kepulauan Jepang, dan terus ke pesisir Amerika Utara (terutama Kanada). Arus ini didorong oleh angin barat.
c. Arus Kalifornia, mengalir di sepanjang pesisir barat Amerika Utara ke arah selatan menuju ke khatulistiwa. Arus ini merupakan lanjutan arus kurosiwo, termasuk arus menyimpang karena pengaruh daratan, dan arus dingin.
d. Arus Oyasiwo, merupakan arus dingin, yang didorong oleh angin timur dan mengalir dari selat Bering menuju ke selatan, berakhir di sebelah timur Kepulauan Jepang. Dan, ditempat ini arus tersebut bertemu dengan arus Kurosiwo(terhambat oleh kurosiwo). Di tempat pertemuaan arus dingin Oyasiwo, dengan arus panas Kurosiwo, terdapat daerah perikanan yang kaya, sebab plankton-plankton yang terbawa oleh arus Oyashiwo, berhenti pada daerah pertemuaan arus panas Kuroshiwo, yang hangat dan tumbuh subur.
Di sebelah selatan khatulistiwa
1.Arus Khatulistiwa Selatan, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat, sejajar dengan garis khatulistiwa. Arus ini terjadi karena dorongan angin pasat tenggara.
2. Arus Humboldt atau Arus Peru, adalah lanjutan dari sebagian arus angin barat, yang mengalir di sepanjang barat Amerika Selatan, bergerak ke arah utara. Arus ini merupakan arus menyimpang, serta didorong oleh angin pasat tenggara, dan termasuk arus dingin.
3.Arus Australia Timur, adalah lanjutan arus khatulistiwa selatan, yang mengalir di sepanjang pesisir Australia Timur, dari arah utara ke selatan (sebelah timur Great Barrier Reef).
4.Arus Angin Barat, adalah lanjutan dari sebagian arus Australia timur yang mengalir menuju ke timur (pada lintang 30 derajat - 40 derajat LS), sejajar dengan garis ekuator. Arus ini didorong oleh angin barat.
Berdasarkan teori arus panas dan arus dingin tersebut, ternyata perairan Masalembo dan Majene (tempat kecelakaan Adam Air), merupakan pertemuan antara arus yang terbawa dari Selat Makassar, dan arus dari Laut Jawa. Arus dari Selat Makassar bersuhu cukup dingin, karena berasal dari Samudera Pasifik. Sementara itu, suhu Laut Jawa, sesuai dengan suhu Indonesia pada umumnya yakni cukup panas.
intinya, kondisi di kawasan perairan majene, sama dengan kondisi perairan di “segitiga Bermuda”. Yakni, sebuah kawasan misterius di samudra Atlantik. Sudah banyak kapal (udara maupun laut, sejak perang dunia ke I) yang hilang disana. Yang menjadi misteri, karena tidak ditemukan korban jiwa, atau bangkai kapalnya. kalaupun ada kapalnya, ditemukan utuh tanpa kerusakan, namun kosong tanpa penumpang. Cukup aneh. Banyak teori yang dikemukakan, antara lain ; teori magnet bumi. teori piramida didasar laut, teori lorong waktu, teori gas metana, teori gempa tektonik, teori alien, teori UFO dan lain-lain.
Menurut pendapat saya, “segi tiga bermuda” adalah merupakan black hole atau lubang cacing untuk kawasan samudra. Dan memang ada 4 macam black hole dialam semesta sebagaimana berikut:
1. dikawasan samudra : disebut Segi tiga Bermuda ; (lubang hitam dari jenis Perairan). Merupakan pertemuan arus panas dan arus dingin ;
2. di udara : disebut Badai, seperti Tornado, Nino dan lain-lain( lubang hitam dari jenis Angin) Merupakan pertemuan antara suhu udara yang mempunyai tekanan udara rendah dan tekanan udara tinggi ;
3. di dalam bumi disebut : lempeng Sahul, lempeng sunda dan lainnya; merupakan saluran “ Tuba Falopii “menuju inti bumi atau “Rahim bumi”, sedangkan muara dari bumi adalah mulut kawah gunung berapi. Dan, mulut kawah gunung berapi adalah lubang hitam dari bumi. Merupakan pertemuan antara kedua lempeng yakni : lempeng Sahul dan lempeng Sunda yang bergerak dari dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Karena bumi berputar akhirnya yang didalam ikut berputar atau bergerak;
4. di luar angkasa : disebut lubang hitam (lubang cacing). Merupakan pertemuan antara kumpulan gas Helium dan gas hydrogen. Sehingga membentuk adhesi dan kohesi yang berada didalam tata surya di alam semesta( untuk lebih jelasnya, buka tulisan saya tentang “ Tata surya butuh manusia’).
Dari sini dapat ditarik kesimpulan, bahwa apabila didalam makro kosmos ada black hole, didalam mikro kosmos tentu juga ada black hole. Karena, semua partikel yang ada dialam semesta sama dan sebangun, dengan apa yang ada didalam alam mikro, dan atomik, serta ada electron dan proton sebagai pengikat. Begitu pula didalam molekul benda, yang merupakan kumpulan dari atom, ada adhesi dan kohesi selaku pengikat. Kalau saja matahari merupakan inti atom, maka tentu didalam tata surya, pasti planet-planet, dan satelit merupakan electron dan proton sebagai pengikat didalam tata surya. Dari tata surya satu, ke tata surya yang lain, tentu ada pula pengikat yang berkarakter adhesi dan kohesi, menjadi sebuah galaksi. Sehingga, diantara tata surya yang satu, ke tata surya yang lain pasti ada ruang kosong. Dan, ruang kosong ini yang saya katakan “black hole” atau lubang cacing. Sehingga pada setiap tata surya, pasti ada black hole.
Begitu pula pada diri manusia, black hole tidak berada pada laki-laki, melainkan ada pada perempuan. Kenapa? Karena perempuan tidak diciptakan secara langsung, berarti perempuan bukan merupakan materi, melainkan anti materi. Perempuan bagaikan bulan yang tidak punya sinar sendiri, karena bulan, bumi, dan planet-planet bukan merupakan inti atom. Bumi merupakan proton, bulan merupakan electron.
Secara metafisika, perempuan adalah ruang atau tempat, laki-laki adalah isi. Kalau black hole ada didalam perempuan, dimanakah tempatnya? Jawabnya tidak ada lain, yakni didalam vagina. Bukankah vagina perempuan bentuknya juga sama dengan segi tiga Bermuda? Serta, lubangnya juga sama dengan lubang cacing? Disamping itu, bukankah ciri-cirinya juga sama dengan black hole? Bisa menghisap, serta bisa memberikan kehidupan yang lain, atau seperti berada didalam dunia lain. Juga bisa membahayakan seperti black hole dikala bintang-bintang mendekat, terhisap semua, serta bisa juga menciptakan partikel baru. Perempuan juga bisa menjadikan bayi yang keluar lewat vagina. Jadi, apa bedanya dengan black hole, yang ternyata masih ada jalan lolos dalam waktu sepersekian detik. Kita juga bisa lolos dalam sepersekian detik, dari lubang vagina saat orgasmus. Karena, saat itu kita sudah dalam keadaan kosong, atau sudah tidak ada energi. Sehingga, sudah tidak ada lagi daya tarik menarik. Semua dalam keadaan anti materi, atau titik Nol.
Jadi kesimpulannya, segala sesuatu yang terjadi dialam semesta ,selalu tidak terlepas dari 4 kriteria, yang menyebabkan terjadinya black hole seperti diatas. Yakni, bila terjadi dua arus yang berlawanan antara panas dan dingin, antara energi dan materi, serta antara ruang dan anti materi.
Bersambung.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar