Pabrik yang memproduksi mobil, tentu akan mengerti kelemahan, dan kelebihan dari produk yang diciptakan. Sehingga setiap pembeli akan diberi pedoman tentang syarat-syarat yang harus dipatuhi bila mau memakai produksinya, begitu pula Tuhan, yang tentu akan lebih maha hebat lagi. Selama ini kita tidak menyadari bahwa Tuhan yang memproduksi manusia secara tunggal serta tidak ada pesaingnya, tentu akan jauh lebih mengerti, terhadap kelemahan dan kelebihan yang ada pada manusia yang diproduksinya. Untuk itulah Tuhan melengkapi manusia dengan “ Nafsu” sebagai alat dan transportasi yang serba bisa, guna mengisi kekurangan dan kelebihan manusia. Kendaraan ini lebih cepat dari kendaraan apapun yang ada didunia, bisa secepat setan, jin, iblis, dan bisa pula secepat malaikat. Tergantung pada mahir dan tidaknya para pengemudinya. Kendaraan nafsu ini, tidak saja untuk menembus alam nyata, tetapi juga bisa menembus alam paralel, atau alam tanpa ruang dan waktu.
Jadi, nafsu diciptakan sebagai kendaraan manusia, supaya memudahkan manusia didalam tour of duty di dunia yang amat luas ini, khususnya di dalam mencari dan mengisi kehidupannya. Nafsu lah yang menggerakan ide manusia untuk bisa bepergian kemana-mana lebih cepat. Dan karena nafsu pula orang bisa kaya raya, serta yang membuat orang bisa mengalami penderitaan. Tetapi, perlu diingat, bahwa nafsu bisa membuat orang menjadi berguna, dan bermanfaat bagi orang lain. Dan, bisa menghasilkan ilmu pengetahuan modern, bahkan bisa menembus ke angkasa luar. Sebaliknya, nafsu juga bisa membuat manusia tidak berdaya, dan tidak bisa bergerak sama sekali, bila tidak mengerti cara-cara pemakaian kendaraan nafsu ini. Yakni yang sering terjadi, sebelum kita mengerti kelemahan, dan kelebihan yang ada pada nafsu itu, lantas kita memakainya. Sama halnya kalau kita memakai mobil, tanpa mengerti bagaimana menginjak rem, menambah kecepatan, dan bagaimana pula mengendalikannya. Tentu akhirnya akan menimbulkan kecelakaan yang membawa korban. Tidak saja orang yang dilanggarnya, melainkan diri kita sebagai pengemudi juga ikut celaka, bisa cacat seumur hidup. Pada saat kita mengalami keadaan seperti itu, apakah lantas kendaraannya yang dikatakan membawa sial, dan membawa petaka? Dan apakah kendaraan itu yang dikatakan jahat? Begitu pula yang terjadi pada nafsu. Namun demikian, Tuhan memberikan cara-cara untuk mengendalikan nafsu agar tidak membahayakan manusia selaku pengemudinya. Tuhan memberi kendaraan nafsu, adalah untuk mempermudah manusia didalam mengarungi dunia alam semesta yang begitu amat sangat luas ini. Tanpa kendaraan itu, apa mungkin kita bisa mengarungi luar angkasa? Adanya peperangan, terorisme, pembunuhan, perampokan dan lain-lain, karena adanya pelanggaran atau penyimpangan yang dilakukan manusia didalam mempergunakan nafsunya. Satu orang pemilik kendaraan nafsu saja bisa membuat dunia ini hancur, apalagi bila lebih dari 10 orang, atau bahkan dalam 1 negara semua pemilik nafsu mengendarainya demi kepentingannya sendiri-sendiri, apa yang terjadi? Tentu akan banyak korban-korban bergelimpangan, bertubrukan satu sama lain. Dan semuanya akan saling menyalahkan, serta membenarkan dirinya sendiri. Dengan berbagai alasan yang berbeda antara lain ; secara hukum, secara manusiawi, demi keamanan, demi membela agama, demi membela Negara, dan lain-lain. Masing-masing akan berpedoman pada pendapatnya sendiri-sendiri. Padahal, pedoman untuk kendaraan nafsu itu sudah di hak paten tunggal oleh pabriknya, tidak ada yang lain, yakni Tuhan. Mestinya, tidak akan ada perbedaan antara pemakai kendaraan yang satu dengan yang lain. Apa mungkin Tuhan kalah dengan pabrik mobil yang ada di Jepang? Kalau mobil itu dipasarkan di Indonesia, tentu pedomannya akan ditulis dengan bahasa Indonesia. Dan oleh Jepang akan dibuat bahasa yang gampang dimengerti oleh orang Indonesia. Bahkan, juga disediakan pula skema mobil beserta montir akhli, bila suatu ketika ada kerusakan, serta garansi perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Naluri pemilik perusahaan yang demikian, sebenarnya sudah meniru sifat Tuhan sendiri. Tuhan yang memproduksi manusia beserta kendaraan manusia alias nafsu, telah memberikan petunjuk untuk manusia. Dilengkapi pula dengan pedoman dasar pemakaian mobil nafsu, juga dengan bahasa yang gampang dimengerti oleh manusia, dikatakan kitab agama, kemudian di kompres didalam “iman”. Dan Tuhan, juga menyediakan montir, bila kendaraan manusia itu ada kerusakan yakni disebut malaikat. Tuhan juga mengirim duta agar manusia lebih memahami, yang juga diangkat dari kalangan manusia itu sendiri, yaitu nabi sebagai utusan pemilik pabrik manusia itu sendiri.
Pada prinsipnya nafsu, adalah merupakan kendaraan yang serba multi guna, dan kecepatannya melebihi kecepatan apapun yang ada didunia ini. Semua itu tergantung jiwa manusia yang mengelola nafsu. Kenapa demikian? Bila ditinjau dari dari segi transportasi, bukankah sekarang sudah ada pengiriman pesawat tanpa awak ke luar angkasa? Juga pesawat ulang alik Amerika Cambridge yang kecepatannya sekitar 30.000 km/jam. Kita bisa melihat bintang yang jauhnya melebihi 1 juta tahun cahaya. Bisa mengerti keadaan black hole yang mempunyai karakter memakan atau menghisap bintang-bintang ke dalamnya. Bahkan disaat kita ingin menghancurkan separuh dunia hanya dengan beberapa kilogram nuklir. Juga hancurnya kota Nagasaki dan Hiroshima oleh bom atom Amerika pada saat perang dunia kedua. Semua itu karena kendaraan nafsu. Nafsu bisa menembus jauh keluar angkasa, juga bisa menembus kedalam bumi. Bisa pula melihat kedalam diri manusia, mulai dari yang tidak kasat mata sekalipun, sampai kepada hal-hal yang tidak bisa ditembus oleh panca indra. Yang dulunya masih merupakan bidangnya metafisika, seperti adanya stem sel sampai partikel Tuhan, sekarang sudah bisa ditembus oleh kendaraan nafsu ini menjadi kenyataan.
Karakter asli nafsu adalah “ anti materi” atau energi negatif, tanpa muatan (massa /unsur Yin), yang bisa menghisap seluruh energi apapun yang ada di luar tubuh (makro kosmos), mendekati, dan merasuk kedalam tubuh manusia, baik energi negatif maupun energi positif. Bila di luar angkasa ada istilah black hole, maka nafsu merupakan black hole manusia. Kenapa demikian? Karena seluruh gambaran yang ada di luar tubuh sama dan sebangun dengan gambaran yang ada didalam tubuh manusia, baik dimulai dari atomic, bionic yang berupa alam mikro kosmos juga sama dengan semua partikel yang berada di alam semesta atau alam makro kosmos. Tetapi, betapapun hebatnya nafsu, ia tidak bisa berbuat apa-apa, tidak bisa bekerja tanpa adanya “cahaya hati” atau energi positif, bermuatan cahaya (unsur Yang). Bila energi positif dan negatif ini sudah bertemu, dan tanpa dikendalikan oleh Jiwa, maka nafsu akan bisa melibas seluruh apapun yang ada. Bisa bergerak secara kinetik, longitudinal maupun transversal, serta bisa memenuhi seluruh tubuh manusia, ia baik lahir maupun batin. Pada saat nafsu telah mencapai keadaan ini, ia merupakan prototipe manusia itu sendiri. Sehingga, jiwa manusia juga akan terlibas dan terhisap kedalam diri nafsu menjadi makhluk baru. Yang semula jiwa diciptakan Tuhan untuk mengendalikan nafsu, akhirnya terbalik, dan berganti, nafsu yang mengendalikan jiwa. Dus, Roh atau nyawa yang membuat manusia hidup akan dipakai kesempatan oleh nafsu untuk bisa bergerak bebas menuruti segala kehendak nafsu. Dan kalau sudah begini, maka manusia itu sudah kemasukan iblis. Manusia yang ada menjadi nafsu melingkupi jiwa dan ruh. Dan watak ruh yang semula suci dan yang membuat malaikat tunduk dan hormat pada manusia, sudah tidak bisa lagi berhubungan dengan manusia, karena sudah tidak murni lagi. Seluruh pedoman iman yang telah ditanam kedalam diri manusia sudah tidak berlaku lagi. Kontak batin dengan malaikat dari “Aku” jiwa sudah hilang dan diambil alih oleh “aku” yang ada didalam nafsu.
Mestinya, pada saat jiwa memberikan sinar atau cahaya pada nafsu lewat cahaya hati, harus selalu terukur. Dan supaya bisa terukur, maka jiwa harus banyak belajar, mengkaji, dan menambah ilmu pengetahuan empirik, serta menambah wawasan. Dengan demikian, jiwa manusia akan selalu bisa memantau perkembangan nafsu dan tidak ketinggalan terhadap perkembangan yang ada diluar tubuh. Sebab nafsu, sebegitu melihat segala hal yang ada diluar tubuh, terlepas itu negatif atau positif, anti materi maupun materi yang ditangkap oleh panca indra, pasti akan dihisapnya. Nafsu tidak mengenal arti baik atau buruk. wataknya hanyalah menghisap. Setelah mengambil unsur energi nya, materi nya, ruang dan waktu nya, ampasnya berupa partikel-partikel yang tidak berguna akan kembali dibuang, persis seperti karakter black hole. Namun demikian, bukan berarti jiwa tidak bisa mengendalikan nafsu. Ada satu hal yang tidak dimiliki oleh nafsu, yaitu informasi. Dan informasi ini yang diberikan Tuhan pada manusia lewat akal dan otak kanan. Gambaran ini, seperti yang saya up load sebelumnya berjudul : “Ditemukan, jalan lolos dari Black Hole” yang antara lain menyebutkan ; tentang adanya sebuah struktur medan magnet yang menyediakan kesempatan lolos bagi partikel-partikel yang disedot oleh black hole. Sebuah unsur yang sangat panas telah terdeteksi oleh observatorium sinar gamma integral milik European Space Agency, dalam hitungan milidetik sebelum ia terjerumus ke ruang antah berantah di dalam lubang hitam (ruang penuh misteri). Untuk lebih jelasnya, baca kembali tulisan saya sebelumnya. Jadi, Informasi ini juga merupakan energi yang maha dahsyat, yaitu bisa menghasilkan “energi makna”. Sehingga kenapa Tuhan melalui firman nya meminta pada manusia agar kita mencari pengetahuan seluas-luasnya. Ini semua, bertujuan untuk mengimbangi perkembangan nafsu. Dengan adanya “ energi anti materi yang ada pada nafsu, kemudian digabung dengan “ energi informasi yang di didapat oleh jiwa”, maka akan didapat energi makna seperti yang saya sebut diatas. Sehingga dengan demikian, tugas manusia sebagai khalifah dimuka bumi akan terlaksana dengan sebaik-baiknya, serta ekosistem makro kosmos dan mikro kosmos akan senantiasa seimbang. Antara black hole yang ada di luar angkasa, dan black hole di dalam diri manusia, senantiasa berjalan seiringan, sehingga bisa saling isi mengisi sampai masing-masing diri manusia kembali menghadap Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar