Partner | KAENDRA Tour & MICE

Minggu, 22 Mei 2011

SEMUA ANGKA ADALAH LAMBANG KEHIDUPAN

 Filsafat :

           Tidak ada seorangpun didunia yang bisa membantah akan lambang algoritma, decimal, matematika, dan lain-lain. Khususnya bila ada kaitannya dengan angka. Itulah lambang kebenaran. Hal ini, karena semua lambang yang ada didalam urut-urutan angka merupakan semiotika, sekaligus merupakan derajad, dari dimensi kehidupan yang ada didunia ini.  Dimulai dari lambang  0(NOL), kemudian angka : 1; 2 ; 3 ; 4 ; 5 dan seterusnya.
Angka 1 : melambangkan unsur Air ;
Angka 2 : melambangkan unsur Api ;
Angka 3 : melambangkan unsur Udara/angin ;
Angka 4 : melambangkan unsur Tanah ;
Angka 5 : melambangkan unsur Tanaman;
Angka 6 : melambangkan unsur binatang;
Angka 7 : melambangkan unsur makhluk halus unsur Api( Jin);
Angka 8 : melambangkan unsur makhluk halus unsur cahaya( malaikat);
Angka 9 : melambangkan persenyawaan seluruh unsur dari 0 sampai 8, yaitu manusia.
             Kelima unsur dari angka 1 sampai dengan 5, merupakan unsur pokok, bagi tatanan kehidupan sebagian besar makhluk. Tanpa salah satu dari kelimanya itu, manusia khususnya, tidak akan bisa hidup. Sehingga, dengan adanya unsur-unsur itu, kehidupan akan tetap berjalan. Apabila ekosistem diantara 5 unsur tidak terpenuhi secara seimbang, lambat laun akan terjadi kepunahan pada makluk hidup, minimal akan terjadi perubahan karakter.

Khusus lambang 0 ; 6 ; 8 ; dan 9,  mengandung filosifi sebagai berikut:
Lambang 0 :

1.      Dilihat dari cara menulis, arah geraknya berlawanan dengan jarum jam, atau bila dilihat secara horizontal, diawali dari kanan kearah kiri. Sehingga hal ini akan diikuti oleh angka-angka lain yang ada unsur NOL, seperti angka 6, 8, dan 9 ;

2.      Merupakan lambang anti materi, nihil serta melambangkan unsur perempuan. Terbukti didalam istilah biologi lambang perempuan adalah 0+. Lambang 0+ ini menunjukkan bahwa perempuan adalah energi yang tidak tampak, dibandingkan unsur materi. Serta, bisa memberikan sesuatu menjadi berlipat, bertambah apabila ada unsur lain yang mempengaruhi. ( bertambah baik, bisa pula bertambah jelek) ;

3.      Merupakan lambang pemimpin, yang tidak memihak  pada siapapun juga. Dan, terbukti angka diurutkan dari 0,1,2,3,4,5. Bahkan, ada yang menulis dari angka 1,2,3,4,5,6,7,8,9,0. Yang mengandung arti, dari tidak ada menuju ada, atau sebaliknya, dari ada menuju tidak ada.

4.      Bila 0 ditaruh disebelah kiri angka, nilai angka tersebut tetap. Bila 0 ditaruh disebelah kanan angka, nilai angka menjadi kelipatan 10 dari angka semula, atau menjadi 3 decimal, 4 decimal, tergantung dari jumlah 0 yang disandingkan disebelah kanannya, sesuai dengan hukum algoritma.

5.      Seluruh angka yang dikalikan dengan 0 akan habis. Ini merupakan lambang kekosongan( non empirik). Artinya, bila 0 dilawan, maka angka itu akan habis, seperti karakter dari Black Hole yang ada disetiap Tata surya alam semesta.

6.      Bila angka yang ada, dibagi dengan 0, hasilnya menjadi tidak terhingga. Ini melambangkan, bahwa angka merupakan gambaran dari materi, sedang 0 sebagai anti materi(energi). Jadi bila anti materi dimampatkan, akan menimbulkan materi semakin bertambah besar (memuai), seperti kejadian alam semesta, yang terkenal dengan teori “big bang”.

Lambang 6 ; 8 ; 9.

 Angka 6 ini, karena ada unsur 0 didalamnya, maka cara menulisnya ( secara naluri) juga akan mengikuti lambang 0, yakni diawali berlawanan dengan arah jarum jam. Sedang angka 8, sebenarnya merupakan  dua lambang 0 yang digandeng secara vertical. 0 yang pertama, ditulis berlawanan dengan jarum jam, kemudian 0 yang kedua, ditulis  searah dengan jarum jam. Hal ini melambangkan, bahwa jika kita mengawali sesuatu, harus dimulai dengan energi lebih dahulu, barulah mengarah kepada materinya. Dan, angka ini merupakan lambang dari malaikat, dimana 0 yang berada  dibawah, senantiasa berhubungan dengan 0 yang berada diatasnya, yakni Tuhan. Yang merupakan NOL mutlak. Yang dalam istilah bahasa jawa, disebut alam “ Awanguwung”.

Sedangkan untuk angka 9, yang merupakan angka terakhir, merupakan lambang manusia. Bukankah didalam agama, (khususnya Islam), manusia merupakan makhluk terakhir? Dan juga, dikatakan ciptaan yang paling sempurna, dibandingkan makhluk-makhluk lain. Angka 9, juga merupakan angka tertinggi. Kenapa manusia merupakan makhluk sempurna?

Secara metafisika, yang merupakan induk dari kosmografi, otak kepala manusia  dilihat dari fungsinya ada 3, yakni : otak kiri ; otak tengah( locus dari Ruh) ; otak kanan. Sedangkan binatang, hanya memiliki 1 otak, yakni otak tengah saja. Malaikat memiliki otak kanan saja, kalau iblis hanya otak kiri saja.

Begitu pula bila dilihat dari essensinya, Setan dan Iblis, hanya punya Jiwa, tanpa Roh. Malaikat punya Roh tanpa Jiwa, sedangkan manusia punya Roh dan Jiwa ( alasan ilmiah akan saya tulis di kemudian hari). Jin, punya Roh dan Jiwa, tetapi hanya 1 raga, yakni raga batin. Sedangkan manusia, memiliki dua raga, yakni ; raga lahir, dan raga batin. Dan inilah alasan kenapa manusia merupakan makhluk yang sempurna.

Dari penjelasan ini, semakin membuat keyakinan pada kita, bahwa NOL merupakan cikal bakal adanya alam semesta, termasuk segala isinya. Dan, kenapa pada tulisan saya terdahulu menyebutkan, bahwa Tuhan bukan satu, karena Tuhan bukan benda, atau materi, melainkan satu-satu nya, atau esa( bahasa sansekerta), “ora ana tunggale”(bahasa jawa). Bukan "ika atau eka"(bahasa sansekerta). Saya juga tidak sependapat, bila Tuhan dikatakan berada dimana-mana, yang berarti banyak. Apalagi, bila dikatakan berada dilangit. Yang berarti Tuhan lebih kecil, dibandingkan langit. Bukankah jumlah langit ada 7? Itupun masih langit yang terdekat. Terlebih lagi, bila dikatakan, Tuhan didalam diri manusia, yang menunjukkan bahwa Tuhan lebih kecil dari hati manusia. Jika disebutkan, bahwa eksistensi dan/ atau karakter Tuhan ada dimana-mana, saya sependapat. Jadi, jelasnya, seluruh alam semesta ini, locus nya ada didalam diri Tuhan itu sendiri. Segala sesuatu, yang wujud lahir maupun batin, ada didalam locus Tuhan yang menjadi penciptanya. Apalagi, semua yang berada dialam semesta, dibawah kekuasaan, dan pengawasan Tuhan. Kalau Tuhan berada di suatu tempat, atau ruang, bagaimana mungkin Tuhan bisa mengawasi seluruh alam semesta? Apalagi, Energi, Materi, Ruang( tempat), dan waktu, serta informasi, adanya dari Tuhan itu sendiri.

Terakhir, segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, tidak ada yang wujud, selain Tuhan itu sendiri. Semuanya terjadi, karena adanya energi makna, serta semiotika akan eksistensi Tuhan. 

1 komentar:

  1. ini yang saya cari selama ini, terimakasih atas pencerahannya

    BalasHapus