Beberapa hari terakhir ini, ramai pemberitaan tentang video mesum anggota DPR. terlepas dari benar dan tidaknya, hoax ataupun memuakkan yang perlu menjadi bahan renungan bagi kita semua adalah sebagai berikut :
1. Semua orang, apapun predikatnya, apapun agamanya(kecuali bagi yang tidak bertuhan), akan mengetahui bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri kita masing-2 adalah karena sepengetahuan dan kehendak Tuhan itu sendiri.
2.Itulah kenapa bahwa kita setiap detik harus berpikir tentang Tuhan, agar supaya kita selalu intropeksi, bahwa setiap yang kita pikirkan, kita perbuat adalah merupakan energi, yang terkumpul menjadi satu.
3. Jangan sekali-kali melontarkan suatu energi, apapun alasannya, pasti akan terpulang dan melibas kepada diri sendiri, apalagi jika energi yang kita lontarkan kepada orang lain.
4. Berpikirlah sebelum bertindak untuk melontarkan suatu energi, jika kita tidak menghendaki apabila suatu ketika energi itu akan berbalik pada diri kita. Jangan mencubit jika kita tidak mau dicubit.
Dari kejadian ini, mestinya akan menjadi pelajaran bagi siapapun juga, termasuk diri saya, bahwa sesungguhnya semua itu merupakan peringatan dari Tuhan untuk selalu mawas diri, tidak hanya sekedar berpikir tentang baik dan buruk, benar dan salah. Akan tetapi apa yang kita lakukan harus penuh kesadaran yang cepat atau lambat akan mempunyai suatu akibat pada dirinya.
Namun, yang sering kita pikirkan dan kita lakukan, justru membuang unsur kesadaran yang kesemuanya itu karena unsur nafsu yang telah membelenggu seluruh tubuh lahir dan batin kita. Jika sudah demikian keadaannya, apa mungkin hati bisa melihat dengan penuh kejernihan dan jiwa bisa mengendalikan seluruh energi yang terlanjur dilontarkan?Angin yang telah kita tanam diangkasa telah menjadi badai, apa mungkin bisa kita kendalikan, sedang kita tidak akan bisa melarikan diri, karena kita juga berada diantara kumpulan orang-orang yang akan kita hancurkan. Dan bagaimana mungkin angin bisa memilih bahwa itu bukan diri kita?
Semoga bermanfaat.
Dari kejadian ini, mestinya akan menjadi pelajaran bagi siapapun juga, termasuk diri saya, bahwa sesungguhnya semua itu merupakan peringatan dari Tuhan untuk selalu mawas diri, tidak hanya sekedar berpikir tentang baik dan buruk, benar dan salah. Akan tetapi apa yang kita lakukan harus penuh kesadaran yang cepat atau lambat akan mempunyai suatu akibat pada dirinya.
Namun, yang sering kita pikirkan dan kita lakukan, justru membuang unsur kesadaran yang kesemuanya itu karena unsur nafsu yang telah membelenggu seluruh tubuh lahir dan batin kita. Jika sudah demikian keadaannya, apa mungkin hati bisa melihat dengan penuh kejernihan dan jiwa bisa mengendalikan seluruh energi yang terlanjur dilontarkan?Angin yang telah kita tanam diangkasa telah menjadi badai, apa mungkin bisa kita kendalikan, sedang kita tidak akan bisa melarikan diri, karena kita juga berada diantara kumpulan orang-orang yang akan kita hancurkan. Dan bagaimana mungkin angin bisa memilih bahwa itu bukan diri kita?
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar