Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 03 Desember 2013

MENGAPA HARUS PASRAH ATAU KOSONG?



Banyak orang yang mengeluh bahwa untuk pasrah atau kosong ternyata prakteknya susah.

Sebenarnya bukan susah, tetapi karena kurang memahami kenapa harus pasrah.

Perlu diketahui bahwa manusia itu terdiri dari 2 unsur yakni materi dan immateri. Bentuk materi adalah raga dan bentuk immateri adalah jiwa dan roh.

Jiwa tempatnya diluar tubuh dan membungkus seluruh raga. Dan roh tempatnya di jantung.


Jiwa ditaruh diluar bertujuan untuk berinteraksi dengan segala hal yang ada diluar/makro kosmos, kemudian untuk mencari dengan cepat terhadap segala kebutuhan nafsu manusia yang ada didalam raga.

Jika jiwa tidak kosong atau pasrah, tentu akan terikat erat dengan raga sehingga bagaimana mungkin jiwa bisa terbang dengan cepat? Lambat laun tentu jiwa yang semula immateri akan menyatu menjadi materi. Dan kalau boleh saya istilahkan terkena gravitasi dari raga. Semestinya, jiwa bisa terbang bagaikan burung yang tidak terpengaruh oleh gravitasi bumi. Bahkan justru dengan adanya gravitasi bumi itu burung bisa cepat turunnya. Burung seolah-olah bisa mengatur adanya keterikatan gravitasi itu.

Mengapa manusia jaman sekarang tidak bisa terbang seperti burung?
Padahal, jika manusia selalu berlatih untuk kosong, maka tidaklah sulit untuk ngrogo sukma/ngracut(jiwa keluar dari raga menuju tempat yg dikehendaki).

Masalahnya adalah; jika setiap manusia memiliki masalah yang tidak bisa diatasi, tetap saja dipikirkan sehingga menimbulkan susah. Mengapa bisa susah?

Karena pada saat berpikir yang dipakai adalah ragawi dengan menggunakan otak kiri. Sedang arah kerja otak kiri searah dengan jarum jam. Sementara seluruh alam semesta mulai mikro sampai makro, bergeraknya berlawanan dengan jarum jam. Sehingga dengan adanya dua kekuatan yang bergerak saling berlawanan, lambat laun akan menimbulkan benturan kekuatan didalam diri. Yang bisa menimbulkan stress, susah dan lain-lain. Alih-alih mau menyelesaikan masalah. Yang terjadi justru akan membuat kedua unsur makin menyatu antara jiwa sebagai immateri, dan raga sebagai materi. Jika sudah demikian, bagaimana mungkin manusia bisa lancar memenuhi kebutuhan di dunia dengan benar?

banyaknya kebrutalan, tindakan kriminal, kekerasan dan lain-lain, semata-mata unsur immateri pada jiwa sudah kabur, karena menyatu dengan raganya.

Semestinya, jiwa hanya sekedar bersatu sebagaimana asalnya diciptakan.

Dengan bersikap pasrah, otak tidak berpikir, dan roh yang ada didalam jantung, akan memberikan kekuatan energinya pada jiwa, apa apa yang harus dilakukan. Dan jiwa, akan terbang secepat kilat mengunduh apa yang menjadikan kebutuhan diri manusia lahir mapun batin. Seolah-olah bagaikan komputer yang sedang mendownload atau mengupload di internet.

Kalau manusia tidak kosong atau pasrah, lantas untuk apa jiwa tercipta diluar tubuh?

Inilah sekilas penjelasan saya kenapa harus pasrah atau kosong.

Dan semoga dengan tambahan tulisan ini akan semakin tertarik, dan semakin memperjelas, didalam apa yang dimaksud dengan situasi pasrah atau kosong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar