Partner | KAENDRA Tour & MICE

Rabu, 04 Desember 2013

PARADOKS



Semakin banyak ilmu yang didapat seseorang dari luar tubuhnya, akan semakin banyak pula kepandaian yang dimiliki. Akan tetapi semakin banyak kepandaian yang dimiliki akan semakin bodoh pula dia untuk mendapatkan ilmu yang ada didalam dirinya.

sebab semakin dia terhanyut dengan segala ilmu yang datang dari luar tubuhnya, tanpa dilambari dengan ilmu yang didapat dari dalam dirinya, akan semakin menjauhkan pula terhadap jati dirinya.

itu terjadi, lantaran segala ilmu yang ada diluar tubuhnya, tidak akan terlepas dari sifatnya yaitu bersifat lahir. Segala sesuatu yang bersifat lahir terdiri dari lambang, angka, dan kata.
Jika semula ilmu yang didapat adalah untuk penemu ilmu itu akan tetapi karena sudah berwujut angka dan kata, dia hanyalah cocok bagi mereka dimana budaya itu berada. Dan itupun hanyalah sebatas ilmu untuk manusia lahir dan bukan manusia batin.
Jika orang lain mempelajarinya, maka dia akan senantiasa terbius untuk semakin mencari ilmu dari luar tubuhnya. Yang lambat laun akan menyebarkan pula kepada orang lain yang juga sama-sama berada diluar tubuhnya.

Dengan begitu, dia akan semakin memberikan dinding batas kedalam dirinya sendiri. Sehingga betapapun banyaknya cahaya hati yang memancarkan suara dari dalam dirinya, tidak akan pernah dihiraukan.

Bahkan didalam sepanjang hidupnya dia akan merasakan, bahwa dirinya saja yang benar. Sehingga akan pula bersifat arogan pada orang lain. Yang lambat laun akan bisa membunuh orang lain, atau membunuh jati dirinya sendiri.


Sebaliknya, seseorang yang senantiasa mencari ilmu dari dalam dirinya sendiri, apabila ingin diterapkan hanyalah cocok bagi dirinya sendiri.

Jika dia ingin menyampaikan ilmunya kepada orang lain, sedang dia tidak menguasai ilmu yang didapat dari luar tubuhnya, tentu diapun juga akan dikatakan tidak masuk akal dan gila. Yang lambat laun dia juga akan terasing dari lingkungannya.


untuk itu, janganlah sekali-kali engkau menyebarkan ilmu yang kamu dapat dari luar tubuhmu. Sebab dengan begitu engkau akan semakin menjauhkan dirimu terhadap pencerahan yang selalu datang dari dalam dirimu. Sebab, seluruh ilmu yang sudah terlanjur ada dan tercipta, selamanya tidak akan pernah hilang. Dia akan terus berkembang dari ada yang satu menuju ada yang lain. Bahkan makin lama dia akan berobah sesuai dengan perkembangan jaman itu sendiri.

Sehingga, seandainya penemu awal dihadapkan terhadap ilmu yang berkembang tersebut, dia tidak akan lagi mengenalnya. Karena sesungguhnya ilmu yang bersifat lahir tidak akan terlepas dari segala sifat, kodrat, dan habitat dari pencipta ilmu.


Begitu pula, jika ilmu itu didapat dari dirimu sendiri, sesungguhnya lebih tepat untuk diterapkan bagi dirinya sendiri. Sebab, sebegitu terungkap menjadi lahir lewat angka dan kata, tidak akan sama persis seperti apa yang kamu maksudkan sebelumnya.

Yang semua itu, tergantung dari seberapa jauh dia memahami, ilmu yang kau berikan, dari tersirat menuju tersurat. Agar nantinya tidak semakin berkembang. Yang semula berupa angka dan kata, menjadi sebuah cerita. Dari cerita menuju budaya, dan dari budaya akan terlahir pula menuju aksioma, atau bahkan menjadi agama itu sendiri. Padahal semula, hal itu datangnya dari dirimu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar