Jika engkau melihat serta merasakan sebuah
keindahan diluar ragamu, sesungguhnya bukan
karena apa yang diluar raga itu yang indah.
Akan tetapi karena saat itu, didalam dirimu memang
sedang merasakan penuh keindahan.
Sehingga perasaan yang terpatri, akan
mempengaruhi pula terhadap keadaan yang ada
diluar ragamu.
Dan, seberapa besar rasa keindahan didalam diri,
akan sebesar itu pula keindahan yang akan kau
peroleh diluar ragamu.
Sebab, apa yang ada diluar ragamu, hanya akan
mengikuti terhadap apa yang ada didalam diri.
Oleh karena itu, janganlah sekali-kali menyalahkan,
jika apa yang ada diluar diri, tidak sesuai dengan
apa yang kau harapkan.
Karena apa yang ada diluar, hanya semata-mata
menggambarkan terhadap apa yang ada dalam
dirimu.
Untuk itu, janganlah bertanya, gambaran apa yang
ada diluar, serta jangan pula diharapkan. Apalagi
jika yang kau tanam adalah fatamorgana.
Sebab diluar bukan tempat untuk mengharap.
Melainkan sebagai tempat untuk menampung segala
perasaan apa yang kau alami dalam dirimu,
kemudian kau patri, sehingga menimbulkan
perasaan seperti apa yang kau harapkan. Sehingga
akan pula menjadi kenyataan yang dapat kau
tangkap lewat panca indramu.
Setelah itu melangkahlah keluar tubuhmu, niscaya
apa yang kau lihat dan kau dengar, serta yang kau
rasakan akan sama dan sesuai dengan apa yang
kau harapkan.
Bagaimana mungkin dirimu bisa mendapatkan
kebahagiaan, atau keindahan akan terpampang
didepanmu, jika didalam dirimu masih tertanam
kesusahan dan penderitaan?
Yang ada, tiada lain hanyalah fatamorgana. Karena
yang kau tanam juga fatamorgana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar