dari luar menuju kedalam raga. Sebab segala
sesuatu yang ada didalam, pasti diluar juga
ada. Adapun yang diluar raga, belum tentu ada
didalam raga. Seandainya didalam itu ada,
semuanya masih merupakan awang-awang
yang dibawa dari luar kedalam.
Semestinya, disaat kamu menginginkan, atau
mengharapkan sesuatu, jadikan terlebih dahulu
didalam ragamu, sebagai persemaian, apa yang
menjadi kehendakmu. Sebegitu dia sudah
tumbuh, jangan biarkan membesar didalam
diri.
Melainkan, untuk kau bawa menuju wahana
yang berada diluar ragamu. Dan biarkan juga
dia akan mencari wahana, mana yang sesuai
dengan habitat tanaman itu sendiri. Sehingga
akan subur dan berkembang, untuk kau tuai
dikelak kemudian hari.
Selama ini yang sering terjadi, tanaman yang
dari luar dibawa kedalam, dan kau paksa untuk
membesar didalam. Bagaimana mungkin akan
berhasil. Bahkan andaipun membesar, justru
tumbuhan itu akan kerdil, sebatas wahana diri
yang memang terbatas. Sehingga akan
menimbulkan kecelakaan besar bagimu, karena
akibat tumbuhan itu telah memenuhi rongga
dadamu.
Sehingga, tiada lagi tempat persemaian bagi
tanaman-tanaman lain.
Dan inilah sesungguhnya yang sering
dikatakan, bahwa dirimu telah putus harapan.
Sebab, jika sudah tiada tempat didalam diri
untuk menyemai, bagaimana mungkin dirimu
bisa mencari bibit diawang-awang, yang
berada diluar ragamu, sementara satu tanaman
sudah memenuhi seluruh jiwa ragamu?
Jika keadaan ini sudah terjadi, jalan satu-
satunya, korbankanlah tanaman didalam diri,
walaupun memang penuh kepahitan
danbmenyiksa diri.
Kemudian kembalilah dari awal, untuk kembali
mengunduh bibit keinginan di awang-awang.
Selanjutnya untuk kau bawa kedalam diri yang
memang menjadi tempat persemaian. Daripada
tidak ada yang dituai sama sekali. Bagaikan
kerak tumbuh dibatu, hidup enggan mati tak
mau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar