Partner | KAENDRA Tour & MICE

Minggu, 23 Februari 2014

PERDEBATAN YANG SALAH SASARAN


Wahai orang-orang yang berpikir, kenapa selama ini memperdebatkan segala hal yang sudah berlalu? Apalagi jika yang kau perdebatkan itu adalah kebenaran, atau tidaknya, terhadap rangkuman ‪‎ayat‬ yang telah disuratkan menjadi sebuah kitab‬ .
Adakah guna dan manfaatnya bagimu, jika diantara kalian menggunjing, mencaci maki, atau mengagungkannya? Padahal kitab-kitab yang telah tersurat‬ pada waktu itu, adalah merupakan petunjuk, sekaligus merupakan kisah bagi seseorang yang telah bertemu dengan Tuhannya.


Jika diantara kalian yang mencaci maki, dan mengatakan kitab yang tersurat itu tidak masuk diakal. Lantas, sudahkah kalian menemukan kitab kebenaran? Dan kemudian, sudahkah pula kalian praktekkan menjadi pedoman bagimu pada kehidupan yang lebih baik?
Begitu pula bagi mereka yang memuja, dan mengagungkan kitab-kitab yang suci menurutmu. ‪‎Kesucian‬ dan keagungan apakah yang telah kau dapatkan? Selain hanya perdebatan yang tak pernah berujung pangkal.Sehingga menimbulkan pertikaian, dan pertumpahan darah diantara sesamamu.

Inikah yang kau katakan bahwa kalian berdalih untuk membela agamamu? Dan pembelaan semacam apakah yang menyebabkan diantara kalian justru saling berbunuh satu sama lain, lantaran perdebatan yang tidak pada tempatnya.
Dan apakah petunjuk itu hanya berupa perselisihan dan perang? Lalu untuk apaagama itu diturunkan  diantara kalian yang percaya, jika hasilnya juga sama? Baik bagi kalian yang mendapatkan petunjuk, maupun bagi mereka yang mengingkari petunjuk itu.

Dan manakah perbedaannya, jika hasilnya tetap sama. Padahal sebenarnya, masih banyak pula ayat-ayat yang nyata, yang semestinya kau cari. Dan bukan terhadap segala ayat yang telah ditemukan, kemudian ‪‎dikodifikasikan‬ sebagai ayat-ayat Tuhan.
Dan jika diantara kalian telah menemukannya, bukan lantas harus menghapus segala ayat yang ada. Kemudian kau ganti dengan ayat-ayatmu. Sebab, baik kau hapus maupun tidak, kitab itu telah ada jauh sebelum dirimu terlahir dibumi ini. Dan jika menurutmu mereka salah, apakah lantas kitabnya yang akan kamu hapus? Bagaikan tikusnya yang salah lantas lumbung padinya yang akan kau bakar.

Begitu pula bagi diantara kalian yang memuja dan mengagungkannya. Akankah keagungan dan pujaan itu akan sirna jika tidak kau pertahankan? Dan apanya pula yang akan kau pertahankan, sementara dirimu tidak bisa sedikitpun membuktikan kebenaran itu bagimu. Dan bukan untuk membuktikan kebenaran terhadap kitab yang selama ini jadi pegangan bagimu. Sebab, baik kau buktikan maupun tidak, kebenaran itu telah terbukti pada jamannya dimana kitab itu diluncurkan. Lalu, kebenaran apa yang telah kau temukan, baik untuk dirimu sendiri maupun bagi orang lain?

Dan tahukah kalian? Baik bagi yang menentang, maupun yang memuja. Bahwa sesungguhnya seluruh ayat-ayat yang sudah disuratkan, bentuknya adalah ‪‎sepasang. Sedangkan apa yang telah tersurat masih merupakan ayat-ayat petunjuk dan masih bersifat ‪‎tunggal. Dan sebelum bertemu dengan pasangannya, dia belum bisa diterapkan secara
sempurna. Seperti halnya seorang perempuan, tidak akan bisa memiliki keturunan sebelum bertemu dengan laki-laki sebagai pasangannya.
Yang hal itu bertujuan, agar kalian mau mencari dan berpikir, terhadap ayat-ayat
pasangannya dialam semesta ini. Tetapi bagaimana mungkin kalian akan mendapatkan, jika tidak pernah membaca? Namun mampukah jika kalian saling bertengkar? Terlebih lagi bagi mereka yang hanya sekedar ikut-ikutan belaka agar dikatakan bahwa dirinya mempunyai kelebihan.

Padahal jangankan mencari ‪‎pasangannya.‬  sedangkan ayat-ayat yang telah tersuratpun hanyalah sekedar apa yang dikatakan orang lain. Dan bukan hasil dari pembacaan dan pemahamannya sendiri.

Oleh karena itu hentikanlah perdebatan yang salah sasaran. Dan berlombalah untuk mencari pasangan ayat yang masih banyak tersebar dialam semesta ini. Dan bagi siapa yang menemukan, maka merekalah yang akan mendapatkan.

Sementara bagi mereka yang tidak pernah mencari, tidak akan pernah mendapatapapun. Selain hanya  menjunjung kitab diatas kepalanya, namun tidak pernah mengerti apa yang akan dilakukan. Dan dikatakan bahwa itu adalah kitab kebenaran, tetapi kehidupannya masih tetap penuh penderitaan.


Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar