Janganlah sekali-kali mengharapkan bantuan dari seseorang, terkecuali jika orang itu membutuhkan bantuanmu.
Jika engkau tidak mendapatkan, akan membuat dirimu kecewa, dan terluka. Apalagi jika yang kau mintai bantuan, adalah saudara mu sendiri. Sebab, istri atau suaminya, adalah merupakan orang lain bagimu. Oleh karena itu, jadikan semua ini merupakan semiotika bagimu. Untuk kemudian, kau ukir dengan tinta emas didalam kehidupanmu.
Dan jangan pula engkau meminta bantuan dari Tuhanmu, karena Tuhan itu bukan pembantumu.
Selagi nafas masih ada yang membuatmu hidup, maka tanamkanlah kasih agar mengalir keseluruh darah, dan nafsumu, serta jiwa ragamu. Sebab, kasih yang mengaliri seluruh darahmu itu pula, yang akan mencarikan jalan untuk membantumu, baik kau minta maupun tidak kau harapkan.
Disamping itu, janganlah sekali-kali menikah dengan seseorang yang bukan jodohmu, dengan alasan engkau mencintai. Dan jodoh adalah urusan Tuhanmu.
Sebab, jika pernikahan itu terlaksana, dan cinta itu telah hilang diantara kalian, masihkan akan kalian katakan bahwa jodoh ada ditangan Tuhan? Jika demikian, jangan salahkan Tuhanmu, jika pada saat itupun Tuhan akan menceraikan dirimu sebagaimana yang kau katakan.
Dan tahukah dirimu bahwa sesungguhnya Tuhan telah mewakilkan terhadap hatimu apakah kalian berjodoh atau tidak. Serta bukan merupakan alasan karena mencintai, lantas kau katakan bahwa dia adalah jodohmu. Sebab jodoh itu bukan lantaran pertalian pernikahan. tetapi memang merupakan pertautan antara sepasang hati yang telah bertemu.
Serta, jangan lantaran harta dirimu terpesona. Sebab semua akan sirna, jika sudah berkalang tanah. Dan hans kasih, yang akan selalu setia tanpa kau minta.
Pro : untuk jiwa-jiwa yang gersang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar