Partner | KAENDRA Tour & MICE

Sabtu, 08 Maret 2014

FATAMORGANA II



Wahai orang-orang yang berpikir, kenapa masih banyak diantara kalian berlomba untuk mengharapkan pengakuan, sanjungan dan pujian? Walaupun diantara kalian tidak ada yang mengakui secara terang-terangan, namun bisakah hatimu juga mengakui hal yang sama? Antara apa yang kau katakan, dengan apa yang kau laksanakan. Bahkan diantara kalian, masih senantiasa sibuk memperhatikan pakaiannya, agar dikatakan dirinya seorang yang beriman.


Tahukah kalian? Bahwa sesungguhnya kesemuanya, itu bukanlah merupakan pakaian kesempurnaan bagimu. Walaupun kalian memang pantas untuk mendapatkannya. Sehingga secara tidak disadari, kalian akan semakin mamatutkan diri untuk semakin menyempurnakan pakaian kesempurnaan itu.

Dan semestinya kalian mau sedikit berpikir. Bahwa; benarkah pengakuan, sanjungan, dan pujian itu, adalah pakaian kesempurnaan bagimu?

Jika benar, apakah cukup berarti bagimu? Padahal kalau kamu mau menyadari; sesungguhnya hal itu hanyalah merupakan sebuah pakaian pencitraan bagi dirimu. Sebab, sebagaimana arti pakaian, adalah untuk menutupi, dari ketelanjangan diri, terhadap orang lain. Namun bukan terhadap diri sendiri dan Tuhanmu.

Dan apa artinya kesempurnaan, jika hanya pakaian. Terlebih lagi jika pakaian itu berasal dari luar ragamu. Tahukah dirimu, bahwa segala sesuatu yang berada diluar ragamu itu adalah kepalsuan?

Ketahuilah; bahwa sesungguhnya pakaian yang kau dapatkan itu, adalah untuk menutupi seluruh nafsumu dari orang lain. Padahal, pakaian nafsu yang asli dari Tuhanmu, telah ada sejak semula. Bahkan sebelum nafsumu bisa berbuat apa-apa. Lantas sengaja sedikit demi sedikit kau sisihkan. Dan dirimu, justru malahan mengambil pakaian dari luar ragamu, yakni: pengakuan, sanjungan, dan pujian.

Apakah pakaian asli dari nafsumu? Dialah yang disebut hati dan bukan yang lainnya.

Oleh karena itu, selagi masih ada kesempatan bagimu, segeralah untuk membuang segala pakaian nafsu dari luar ragamu. Sebab, berapapun banyaknya pakaian yang kau pakai, tidak akan mampu menutupi ketelanjangan yang ada dalam dirimu. Selain, hanya lewat hatimu sendiri, yang lebih patut sebagai penutup nafsumu

Sebab, makna hakiki dari pakain batin, bukanlah sekedar hanya untuk menutupi nafsumu. Melainkan, justru untuk membuka segala tabir kegelapan. Karena setelah nafsumu tertutupi hatimu, maka api nafsu akan berobah menjadi cahaya untuk menyinari lorong-lorong kegelapan, didalam dan diluar ragamu.

Sedangkan pakaian lahir, justru akan semakin memperbesar api nafsumu. Atau bahkan, akan membongkar tabir, yang mungkin selama ini kau sembunyikan menuju permukaan.




Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar