Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 06 Mei 2014

MELANGKAH, DAN BUKAN BICARA DALAM DOA




Ketika engkau menghadap kearah timur atau kebarat; lantas berdoa agar dirimu bisa menghadap ke utara atau keselatan, bisakah terlaksana, jika tidak dirimu sendiri yang merobahnya? Ketika dirimu sedang terbaring, dan berdoa agar bisa bangkit , mungkinkah kalau bukan dirimu yang memang hendak bangkit?

Lalu, apakah bedanya dengan jika kau berdoa agar diberikan rejeki dan kekayaan? Tetapi dirimu tidak melakukan sendiri mencari rejeki dan kekayaan sesuai dengan doamu, apakah mungkin? Jika dirimu sudah meminta, tapi masih belum terlaksana, renungkanlah. Seperti halnya disaat dirimu berbaring, dan hendak bangkit, tetapi tidak bisa bangkit. Bukan lantaran dirimu tidak berdoa, melainkan karena dirimu sedang lumpuh tak berdaya. Disaat engkau tidak dapat melihat, bukan lantaran tidak meminta. Tetapi karena dirimu masih buta.


Oleh karena itu, jika apa yang kamu harap tidak berhasil kamu dapatkan, bukan lantaran dirimu tidak berdoa. Tetapi lantaran sarana dan wahana untuk keberhasilan itu yang masih belum tersedia.

Jika sudah demikian, masihkah tidak menjadi bahan pelajaran bagimu? Khususnya terhadap sesosok bayi yang tanpa berdoa seperti dirimu, namun bisa menggapai apa yang diminta, hanya dengan menggerakkan tubuhnya, atau menyuarakan tangisnya. Sedangkan dirimu bukanlah sesosok bayi, yang sudah pandai berkata. Bukan semata untuk meminta, walau penuh dengan air mata duka dan merana, tak akan pernah tercipta tanpa melangkah. Guna menyediakan sarana atau wahana seperti yang kau damba. Walau sudah tidak lagi memakai kata atau doa, melainkan melakukan dengan penuh makna, apa yang dikata dari dalam hatinya. Jadi, jika engkau menghendaki, segeralah melangkah dan bukan bicara, ataupun memerintah. Apalagi kepada orang lain, dan bukan untuk diri sendiri.

Bagaimana mungkin akan bisa, sedang dirimu sendiri masih tetap berbaring tidak melakukan apa-apa. Andaipun melangkah, itupun tidak jelas kearah mana yang menjadi tujuan damba. Selain hanya mengikuti kearah mereka-mereka yang berjalan, serta yang juga sama-sama tidak tahu ketika ditanya. Yang dituju adalah fatamorgana tanpa mendapatkan apa-apa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar