Wahai orang-orang yang berpikir, sesungguhnya segala apapun yang berada diluar tubuhmu itu, yang dapat ditangkap oleh panca indramu, semuanya adalah bersifat guru bagimu, dan bukan dirimu yang menjadi guru bagi mereka.
Dan mereka, akan selalu datang kepadamu untuk memberi suatu ajaran, sesuai dengan segala apa yang kau pertanyakan dari dalam dirimu.
Dan jika pertanyaan itu bersifat batin, maka jawabannya juga bersifat batin. Baik itu yang akan muncul dari dalam dirimu, maupun yang akan datang dari luar ragamu.
Disamping itu, ketika dirimu menyampaikan pertanyaan itu keluar ragamu yang bersifat energi gerak, suara, cahaya, maupun energi makna, maka jawaban itu juga akan bersifat yang sama, seperti nilai unsur energi yang kau lontarkan. Sepanjang pertanyaan itu memang untuk kebutuhanmu sendiri.
Tetapi sebaliknya, jika pertanyaan itu jawabannya bukan untuk dirimu, melainkan untuk segala yang ada diluar ragamu, maka sudah barang tentu segala unsur yang diluar ragamu, akan berbalik, menjadikan masalah kepada dirimu. Sesuai dengan materi energi yang kau pertanyakan. Dan mengapa itu harus terjadi?
Karena, segala apa yang ada diluar raga, bukan untuk diajar, melainkan untuk mengajar. Sebab, segala yang ada diluar raga, lebih dulu ada, dibandingkan dengan dirimu yang sekarang ini. Yang telah bersalin rupa, dibalik raga yang berjiwa.
Adapun wujud pertanyaan yang akan diterapkan kepada dirimu, adalah berbentuk masalah kehidupan yang akan kau jalani. Dan bentuk materi pertanyaan itu, datangnya akan tiba-tiba disaat dirimu tidak menyadari. Dan jika tidak hati-hati akan menjadi bencana, atau musibah bagi dirimu. Dan jika dirimu memiliki kemampuan maka dirimu akan mendapat anugerah sesuai dengan nilai masalah yang kamu kerjakan.
Oleh karena itu, kenapa semua diantara kalian disuruh untuk berpikirtentang adanya jalan jalan pintas Dan kenapa disaat berpikir harus diam sebelum menghasilkan buah pikiran, sampai melaksanakan apa yang kamu pikirkan? Hal itu adalah, agar dirimu, benar-benar dapat menghayati setiap ajaran yang kamu dapatkan.
Namun, jika dirimu belum menghasilkan buah pikiran, lantas kau sampaikan buah pikiran itu keluar ragamu, maka bersiap-siaplah untuk diuji oleh seluruh unsur yang ada diluar ragamu.
Dan sesungguhnya, dengan begitu, dirimu memang dapat mengambil , untuk mempercepat ajaran yang ada. Tetapi, siapkah dirimu untuk bersabar? Dan sesungguhnya, dirimu tidak akan pernah bisa bersabar, jika tidak ada unsur kesadaran diri, guna mempercepat adanya pembelajaran diri antara teori yang didapatkan dengan apa yang dipraktekkan
Dan itupun akan bisa terjadi, jika dirimu senantiasa membaca ajaran yang telah ada didalam dirimu, hingga engkau memahami. Kemudian, untuk menjawab terhadap pertanyaan yang datang dari luar diri.
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar