Partner | KAENDRA Tour & MICE

Sabtu, 08 Maret 2014

ENERGI MAKNA BISA MEMBUAT PETAKA




Seringkali kita melihat ada orang yang tertipu setelah membaca SMS berhadiah, kemudian seperti dicocok hidungnya datang ke ATM mentransfer sejumlah uang.

Banyak pula, orang bertengkar hebat, dan bisa saling berbunuhan setelah membaca tulisan sebuah tulisan yang nadanya adu domba.

Bahkan banyak pula kita lihat, seseorang yang biasanya penuh kearifan, kelembutan, bijaksana, akhirnya bisa marah besar, lantaran membaca sebuah threat starter seseorang. Akhirnya bisa terjadi, ketika dialam nyata mereka bersahabat dengan baik, jadi berobah tidak baik, serta bisa saling bermusuhan. Mengapa semua itu bisa terjadi? Padahal itu hanyalah sebuah tulisan, apalagi yang notabene berada didunia maya.


Jawabnya adalah lantaran ENERGI MAKNA. Energi ini berbeda sekali jika dibandingkan dengan energi yang lain, karena datangnya hanya terpusat pada mata. Sementara kalau energi yang lain, minimal ada ada diantara panca indra yang menerima. Dan kita tahu, bahwa mata manusia, adalah merupakan jendela dari rasa.

Indra mata yang membuat asal mula seseorang bisa jatuh cinta. Dan karena mata pula, yang membuat kita bisa penuh dendam yang membara. Sehingga disaat ada energi yang bisa ditangkap oleh mata, akan langsung menggetarkan rasa

Dari sinilah kenapa disaat beranjak tua, justru mata ini yang lebih dahulu dibuat pandangan menjadi kabur, dibandingkan indra yang lain. Hal ini, dimaksudkan agar supaya seseorang akan berkurang terhadap pengaruh energi makna yang datang. Ada apa dengan energi makna ini?

Sesuai dengan artinya " makna", mengandung unsur maksud atau kehendak dari pengirim energi. Baik disadari ataupun tidak, akan mempengaruhi bagi mereka yang terkena energinya.

Tidak perduli apakah orang yang menerima energi itu berilmu tinggi atau tidak, pendidikan tinggi, atau tidak. Semuanya akan sama.

Bukankah sering kali disaat kita membaca sebuah novel, kita bisa menangis terharu, serta bisa menilai, bahwa novel tersebut penuh keindahan. Akan tetapi saat ditayangkan didalam film, keharuan dan keindahan itu tidak begitu bermakna, seolah terasa hambar bukan?

Hal itu karena, disaat seseorang menulis, sesungguhnya dia menyalurkan energi makna yang langsung dari (liver) yang menggambarkan apa yang menjadi kehendak perasaan dan jiwa Sehingga penerima energi makna, juga akan langsung pula meneruskan energi tersebut kedalam perasaannya, yang juga berada di liver. Dan kita tahu bahwa liver merupakan wadah dari 4 (empat) nafsu.

Oleh karena itu, bagi mereka yang biasanya dominant menggunakan OTAK KIRI saja disaat berpikir untuk menyampaikan sesuatu, maka disaat dia menerima sesuatu, akan langsung OTAK KANAN yang menerima lebih dahulu. Sehingga amat wajar sekali jika emosinya yang didahulukan.

Sebaliknya jika didalam menyampaikan sesuatu keluar tubuhnya dia menggunakan OTAK KANAN maka disaat menerima sesuatu energi dari luar, pasti akan masuk kedalam OTAK KIRI nya, sebelum diteruskan kedalam batinnya.

Untuk itu, jika kita menerima, atau membaca tulisan, terlebih dahulu hendaknya tariklah nafas dalam-dalam, tahan nafas, kemudian hembuskanlah nafas itu keluar. Niscaya dengan jalan ini, energi makna yang masuk, positif maupun negatif tidak akan terpengaruh. Sebab saat itu hati akan memperhatikan dan bersikap untuk melakukan antisipasi apa yang harus dilakukan.
Sehingga kita tidak akan gampang mendapatkan petaka disaat energi makna menghantam diri kita. Baik disadari, maupun tidak.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar