Ada sebagian orang yang sering menyalah
artikan disaat kita sedang bersamadhi, berdiam
diri dan lain-lain. Dan dianggapnya untuk
memanggil makhlus halus. Adanya perbedaan
budaya, dan bahasa, itulah sesungguhnya yang
sering membuat penilaian yang salah.
Padahal seseorang yang melakukan samadhi,
adalah untuk menyeimbangan seluruh rasa
yang ada didalam dirinya.
Adanya ketidak seimbangan itu, lantaran
adanya perobahan rasa, yang terjadi didalam
diri, sebagai akibat adanya dua kehendak yang
berbeda. Baik didalam maupun yang datang
dari luar.
Bagi mereka yang tidak sadar akan
ketidakseimbangan itu, akan mencoba
menghilangkannya lewat orang-orang
disekitarnya. Entah sekedar untuk meluapkan
emosinya, atau memancing emosi orang lain.
Dan diharapkan, dengan adanya benturan
emosi, maka keseimbangan itu bisa
didapatkan.
Akan tetapi, justru yang terjadi bisa saja malah
akan semakin besar. Rasa yang semula ingin
dikurangi akan semakin besar tidak terkendali.
Atau berganti dengan rasa lain, yang semula
tidak dialami, akan datang menjadi penghalang.
Dengan bersamadhi, dan berdiam didalam
sunyi, akan bisa merasakan adanya ketidak
seimbangan itu.
Serta bisa mengetahui sebab-sebabnya,
kemudian bisa kembali memurnikan
perasaannya. Dan hanya dengan keseimbangan
rasa yang ada didalam diri, seseorang akan
tahu jika ada gelombang rasa lain, yang masuk
kedalam dirinya.
Dan dari sini pulalah seseorang akan memilih,
apakah rasa yang datang akan dibiarkan
masuk, untuk menambah kekurangan rasa,
ataukah untuk membuangnya kembali keluar
raganya.
Disamping, itu dengan samadhi, seluruh rasa
akan senantiasa seimbang. Dan hanya dengan
keseimbangan saja seluruh masalah kehidupan
artikan disaat kita sedang bersamadhi, berdiam
diri dan lain-lain. Dan dianggapnya untuk
memanggil makhlus halus. Adanya perbedaan
budaya, dan bahasa, itulah sesungguhnya yang
sering membuat penilaian yang salah.
Padahal seseorang yang melakukan samadhi,
adalah untuk menyeimbangan seluruh rasa
yang ada didalam dirinya.
Adanya ketidak seimbangan itu, lantaran
adanya perobahan rasa, yang terjadi didalam
diri, sebagai akibat adanya dua kehendak yang
berbeda. Baik didalam maupun yang datang
dari luar.
Bagi mereka yang tidak sadar akan
ketidakseimbangan itu, akan mencoba
menghilangkannya lewat orang-orang
disekitarnya. Entah sekedar untuk meluapkan
emosinya, atau memancing emosi orang lain.
Dan diharapkan, dengan adanya benturan
emosi, maka keseimbangan itu bisa
didapatkan.
Akan tetapi, justru yang terjadi bisa saja malah
akan semakin besar. Rasa yang semula ingin
dikurangi akan semakin besar tidak terkendali.
Atau berganti dengan rasa lain, yang semula
tidak dialami, akan datang menjadi penghalang.
Dengan bersamadhi, dan berdiam didalam
sunyi, akan bisa merasakan adanya ketidak
seimbangan itu.
Serta bisa mengetahui sebab-sebabnya,
kemudian bisa kembali memurnikan
perasaannya. Dan hanya dengan keseimbangan
rasa yang ada didalam diri, seseorang akan
tahu jika ada gelombang rasa lain, yang masuk
kedalam dirinya.
Dan dari sini pulalah seseorang akan memilih,
apakah rasa yang datang akan dibiarkan
masuk, untuk menambah kekurangan rasa,
ataukah untuk membuangnya kembali keluar
raganya.
Disamping, itu dengan samadhi, seluruh rasa
akan senantiasa seimbang. Dan hanya dengan
keseimbangan saja seluruh masalah kehidupan
akan bisa diatasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar