Partner | KAENDRA Tour & MICE

Rabu, 01 Oktober 2014

MENYATU DALAM BIANGLALA KEHIDUPAN



Jika dirimu beriman kepada yang bersifat #materi beserta turunannya, itu sama halnya dirimu beriman pada #ragamu. Padahal ragamu itu yang berada diantara tapal batas terluar lahiriahmu. Sehingga akan selalu berbenturan dengan segala hal yang ada diluar ragamu. Dan bukankah dirimu tahu, bahwa ragamu bersifat sementara?

 Dan tahukah pula, bahwa ragamu hanya sekedar untuk menjadi wadhah terhadap perangkat manusia batin? Jika ragamu selalu terbentur dan bergesekan dengan segala apa yang ada diluar, maka akan selalu menimbulkan petaka pada ragamu, yang akan berakibat juga pada manusia batin. Sebab dirimu akan terbiasa membenturkan ragamu dengan gerakan alam tanpa disadari.Yang hal ini akan membuat masalah dalam batinmu, yang secara tiba-tiba mendapat masalah yang kau bawa dari luar ragamu. Seperti halnya disaat dirimu mengendalikan kendaraan berpenumpang, kemudian mengerem mendadak. Lantas apa yang terjadi pada penumpangnya? Kemudian pengereman itu kamu ulang berkali-kali. Itulah sesungguhnya gambaran yang terjadi pada orang yang beriman pada materi.

Jika dirimu beriman pada yang batin, maka batinmu itulah yang mengawal didepan, untuk berhubungan dengan gerakan yang diluar ragamu. Dan batinmu tidak akan pernah terluka, karena dia bersifat kekal abadi. Sehingga, permasalahan apapun yang terjadi akibat gerakan alam, tidak akan mempengaruhi batinmu dan juga ragamu. Bahkan akan terjadi putaran yang bersama-sama menjadi suatu harmoni, serta selalu menyatu didalam bianglala kehidupan.

Masihkah engkau akan beriman pada materi? Padahal, baik materi, energi, ruang, dan waktu, hanyalah merupakan sifat turunan dari yang tunggal yang memiliki sifat #anti_materi dan #anti_energi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar