" VOX PUPOLI VOX DEI (Suara rakyat adalah suara tuhan)" hakekatnya adalah; bahwa manusia harus melaksanakan apa yang menjadi #sifat_tuhan. Khususnya yang berkaitan dengan #tindakan atau #pelaksanaan didalam kehidupan bermasyarakat bernegara didunia ini.
Dengan terakumulasinya sifat-sifat yang ada pada individu pada mayoritas berbangsa, berarti suara rakyat itu merupakan implementasi #SEBAGAI_TUHAN itu sendiri.
Akan tetapi, jika frasa tersebut dibalik menjadi " Vox dei vox pupoli" atau suara tuhan adalah suara rakyat, justru disinilah nantinya yang akan merusak tatanan kehidupan berbangsa. Sehingga, yang semula sifat komune menjadi replika pada sosok pemimpin, lantas berubah menjadi sifat individu yang dipaksakan kedalam komune. Sebab unsur SEBAGAI tuhan, berganti #MENJADI TUHAN. Kalau masing-masing orang memaksakan kehendak sifat individunya atau egonya, cepat atau lambat akan terjadi pertikaian yang berlarut-larut serta akan selalu karut marut pula didalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mengapa frasa " SEBAGAI tuhan" berubah "MENJADI tuhan?" Masalahnya adalah ; karena semua dialam semesta itu senantiasa tercipta berpasangan. Semua yang muncul dari dalam diri, akan menyesuaikan untuk mendapatkan pasangannya dari luar dirinya. Dan kegagalan didalam menemukan pasangan itulah yang menjadi penyebabnya.
Kenapa gagal? Karena salah menyadari terhadap penentuan jenis kelamin antara #kemauan dan #kemampuan. Antara #positif dan #negatif, antara siang dan malam, begitu seterusnya.
Seharusnya, jika apa yang jadi kehendak bersifat negatif(kemauan), kita harus #menunggu datangnya positif, baru melangkah melaksanakan kehendak itu(pasif stelsel). Sebaliknya, jika kehendak itu bersifat positif(kemampuan), kita harus #mendatangi unsur negatif, baru melaksanakan kehendaknya(aktif stelsel).
Jadi, jika jenis kelamin antara kemauan dan kehendak tidak jelas, maka pelaksanaannya juga tidak akan jelas. Sehingga hasil akhirnya juga dapat dipastikan tidak akan jelas, sesuai dengan kehendak awal.
Hal-hal seperti diatas inilah yang terjadi, sehingga jika mayoritas masyarakat memiliki sifat tersebut, tentu akan muncul frasa "vox dei vox pupoli", yang mengubah hakekat "menjadi tuhan" terhadap orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar