Partner | KAENDRA Tour & MICE

Jumat, 15 Agustus 2014

MENGINGAT, MERASAKAN, DAN MELATIH KEPEKAAN BATIN



Banyak orang yang sering terkagum-kagum melihat orang lain bisa membaca pikiran orang lain, mengetahui apa yang belum terjadi dan lain-lain. Dan banyak pula orang yang ingin mempelajari untuk memiliki kemampuan itu. Namun sampai bertahun-tahun belum bisa mengetrapkannya. Bahkan banyak pula didalam mencari ilmu tersebut sampai ditipu oleh oknum yang mengaku punya #daya_linuwih, dengan mengeluarkan beaya yang banyak. Tetapi alih-alih dapat ilmu, justru tidak mendapatkan apa-apa, selain hanya teori belaka yang juga tidak mengerti bagaimana mengetrapkannya. Malahan kehidupannya semakin tidak karuan. Kepercayaan diri yang semula ada walaupun sedikit, semakin menghilang. 

Dengan demikian, menurut saya "semakin banyak seseorang #kehilangan_kepercayaan_dirinya, maka akan semakin besar pula #keinginan seseorang untuk #mendapatkan_pengakuan". Dan semakin banyak pengakuan yang didapat, maka akan semakin membuat seseorang kehilangan #jati_dirinya. Jika sudah kehilangan jati dirinya, maka kepekaan yang ada didalam dirinya, juga akan hilang. Akal dan pikirannya semakin tumpul. Alih-alih untuk melihat dan membaca pikiran orang lain, pikirannya sendiripun tidak akan pernah bisa dibacanya. Jika sudah dalam keadaan begini, apa lagi yang harus diperbuat? Semuanya yang dilakukan dan yang dipikirkan akan selalu serba salah.

Untuk itulah saya menulis status diatas dengan judul "Mengingat, merasakan, dan melatih kepekaan batin". Dengan harapan bisa membantu didalam menemukan kembali jati dirinya. Saya akan menulis secara singkat, dan jika ada yang kurang dimengerti akan saya jelaskan lebih rinci didalam ajang dialog lewat tanya jawab.

Pada sore hari selepas matahari tenggelam, mulailah dengan #mengingat_kembali terhadap apa yang telah dilakukan sepanjang hari. Antara lain meliputi, apa yang telah dipikirkan, dilamunkan, dan yang dilaksanakan. Kemudian bagaimana hasilnya. Khusus terhadap apa yang pernah menjadi pikiran, ucapan, perasaan yang dirasakan, semuanya dicatat, termasuk hal-hal yang bersifat negatif maupun positif. Materi maupun non materi. Baik yang menyangkut ungkapan untuk orang lain, ataupun yang menyangkut diri sendiri. Hujatan, caci maki, pujian, keluhan, dan lain-lain. Mengapa harus diingat kembali?

Hal ini karena, segala apa yang kita lakukan, baik secara lahir maupun batin, salah maupun benar, akan menimbulkan energi didalam diri yang akhirnya kembali berpulang pada diri kita sendiri. Sehingga dengan mengingat kembali, akan menimbulkan ingatan terhadap #rasa_dan_perasaan yang pernah dialami. Serta yang pasti, akan menghasilkan suatu sebab akibat terhadap diri sendiri.

Dan suatu ketika, akan kembali muncul rasa yang sejenis sebelum melakukan suatu tindakan, atau adanya sesuatu keadaan yang terbersit didalam batin sebelum kejadian. Baik keadaan yang akan menimpa pada dirinya, maupun terhadap segala hal yang ada diluar raganya. Hal ini bisa terjadi, lantaran sudah muncul #kepekaan didalam dirinya, terhadap munculnya "getaran rasa" yang telah disadari, atau yang pernah dirasakan diwaktu-waktu sebelumnya.

Demikian, dan semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar