1.
Dan
apabila engkau ingin benar-benar
mencariKU wahai orang-orang yang tertindas. Janganlah engkau mundur
setapakpun lantaran takut dikatakan sesat. Sepanjang niat itu senantiasa
bersemayam didalam hatimu, dan kau patri kokoh setiap mencari Tuhanmu. Maka
sesungguhnya, api
kebenaran akan tetap terpatri didalam sanubarimu. Dan, dia akan menuntunmu secara benar kejalanKU, serta dia tak akan mungkin dapat disimpangkan oleh api-api lain, yang merupakan perwujudan dari
makhluk-makhluk KU.
2. Adapun
mereka yang mengatakan ; bahwa
dirimu berada dalam kesesatan, lantaran apa yang kau temukan, dan kau perbuat, tidaklah lazim bagi mereka. Dan, bukankah keadaan demikian pernah
pula dialami oleh Nabi dan Rasul terdahulu sebelummu?
3. Dan
ketahuilah olehmu, bahwa sesungguhnya AKU belum pernah berfirman kepada para
Nabi dan Rasul, bila
salah satu diantara mereka, adalah utusan yang terakhir dalam seluruh zaman. Bila mereka
menafsirkan demikian, sesungguhnya lantaran salah dalam mengartikan ayat-ayatKU.
Padahal sesungguhnya pada setiap akhir zaman, akan muncul seorang pemimpin yang AKU utus
kemuka bumi, namun hanyalah terbatas pada keberadaan zaman itu sendiri. Dan
sesungguhnya pula, pada
masing-masing kaum dan suku bangsa, mempunyai seorang Nabi dan Rasul.
Akan tetapi, tidak setiap Nabi dan Rasul, haruslah memimpin suatu bangsa,
terkecuali karena memang kodratnya.
4. Oleh
karena itu, wahai orang-orang yang tertindas! Apabila suatu
ketika, diantara kalian
mengalami suatu penindasan dari mereka-mereka anak buah Dajjal. Cukuplah engkau
getarkan suaramu melewati bibirmu, dan kau lontarkan pada udara disekitarmu, sembari berdoa : “ Ya Allah, Tuhan anak manusia dan jin, serta
yang menguasai seluruh alam. Turunkanlah kuasamu, atas mereka yang menebarkan
api permusuhan dan bencana. “ Maka setelah itu,
niscaya engkau akan terhindar dari kejahatannya. Terkecuali, apabila sebelum
itu, engkau telah
berbuat kejahatan, maka engkaupun akan hancur pula bersama-sama mereka. Oleh karena itu, janganlah
engkau sekali-kali mengutuk, dan memohon kepadaKU, agar membinasakan orang lain, selagi didalam
dirimu masih banyak pula yang harus dikutuk.
5. Wahai
orang-orang yang beriman, janganlah engkau bertanya, dan bersedih hati, bila orang-orang disekitarmu, serta yang berdekatan denganmu,
kurang memperhatikan
keberadaanmu, dan, mau
ikut memanfaatkan segala kelebihan yang kau miliki. Selain mereka-mereka yang
jauh, bahkan yang
semula tidak saling mengenal, justru akan lebih dekat denganmu, melebihi saudara ataupun kedua
orang tuamu.
6. Hal
itu, adalah semata mata
untuk lebih mengokohkan dirimu serta hatimu, bahwa segala kodrat yang
diciptakan oleh Allah Tuhanmu, senantiasa benar adanya. Sebagaimana kodrat sebuah sumur dan mata air.
Siapakah yang lebih memanfaatkan keberadaan keduanya itu? Orang-orang disekitar
sumur dan mata air, ataukah mereka para musafir? Lalu, siapakah yang lebih dahulu merasa memiliki,
andaikata para musafir telah berduyun-duyun menimba airnya? Maka orang-orang disekitarnya
itulah, yang akan mengatakan;
bahwa mereka lebih berhak, walaupun semula
keberadaan sumur itu dicampakkan.
7.
Dan
sesungguhnya mereka-mereka itu, secara tidak langsung akan merasakan kesegaran, tanpa harus menimba airnya, karena udara
disekitar sumur akan pula menjadi segar.
8. Dan, bukankah hal itupun pernah dialami
oleh para Nabi dan Rasul terdahulu, ketika menyebarkan ajaran-ajaran ketuhanan
kepada kaumnya. Dimanakah ajaran itu dapat tumbuh subur? Dilingkungannyakah,
atau didaerah lain yang semula
tak pernah disangka dan dikenal ?
9.
Lalu
,masihkah kau akan
mengeluh seperti hamba-hambaKU yang lain, yang lebih dahulu terlahir, dan mendapat tugas
sebagaimana dirimu? Bila engkau sebagaimana mereka, yang mengharapkan suatu penghormatan serta pujian,
maka berhijrahlah engkau kedaerah lain. Sebagaimana mereka para Nabi dan Rasul
terdahulu. Serta, sebagaimana pula yang dilakukan
oleh para waliKU, niscaya nantinya, engkau pun akan mendapatkan pula pujian, serta penghormatan, dari orang-orang disekelilingmu.
10
Tetapi, apa artinya kau mendapatkan pujian, serta sanjungan yang tinggi, bila
akhirnya mereka akan menyembahmu tanpa disadari. Sedangkan Tuhan yang kau bawa-bawa, akan terlupakan, sebab engkau sendirilah nantinya
yang akan dijadikan Tuhan. Dan, bukankah telah berkali-kali AKU firmankan
kepadamu ; bahwa
sesungguhnya kehancuran seseorang itu lantaran pujian?
11. Dan
tahukah engkau wahai orang-orang yang beriman, bahwa sesungguhnya setiap Nabi
dan Rasul, senantiasa
terlahir diantara kegersangan dan kesesatan? Semakin gersang, dan sesat, suatu kaum pada suatu zaman, maka akan semakin mempercepat proses kelahiran
Nabi dan Rasul. Dan,
sesuai dengan keberadaan kodratnya, mereka hanyalah bertugas untuk
mengembalikan keadaan yang gersang, dan sesat,
menjadi subur dan makmur.
12. Dan
bila keadaan sudah menjadi subur dan makmur, maka keberadaan mereka tiada
diperlukan, sehingga kemudian AKU tarik tugasnya dan AKU cabut ruhnya. Bila tidak, keberadaan Nabi dan Rasul itu, justru akan merusak tatanan. Sebab, sebagaimana sifat yang KU tanamkan
kedalam jiwanya, adalah
segala hal yang bersifat lahiriah, serta yang sesuai dengan tingkat kegersangan, dan kesesatan suatu kaum, dalam suatu zaman dimana mereka
terlahir.
13. Sedangkan, kendatipun Nabi dan Rasul itu telah
lama meninggal, namun akan semakin banyak orang-orang yang
mementingkan lahiriah, apalagi bila Nabi dan Rasul itu tidak AKU matikan. Dan
mereka itu, hanyalah
AKU lahirkan kemuka bumi ini, sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh zaman itu sendiri. Dan bukan
untuk memberikan kesesuaian, terhadap segala apa yang mereka inginkan.
14. Dan
sesungguhnya pula,
bukan untuk semakin berlomba-lomba menggunakan kesempatan guna menumpuk harta kekayaan duniawi. Sebab, sesungguhnya para Nabi dan Rasul
itu, hanyalah semata
mata untuk memberikan petunjuk kepadamu, tentang kegunaan, serta manfaat alat-alat yang berada didalam
tubuhmu. Agar dapat kau gunakan sebagaimana yang kau butuhkan, pada suatu kaum dalam suatu zaman
dimana kau berada.
15. Dan, sebagaimana keberadaanmu yang tiada
kekal dimuka bumi ini,
maka tentu akan ada keterbatasan pada alat-alat tubuh yang engkau miliki. Sehingga, apabila alat-alat tersebut kau
pergunakan melampaui batas dari kebutuhanmu, maka alat-alat tersebut akan semakin rusak. Dan bila sudah
demikian, akhirnya
engkau tak akan mengerti lagi, terhadap segala apa yang kau butuhkan, selain hanya untuk menuruti segala
apa yang kau inginkan. Dan sesungguhnya
pula alat-alat itu tiada akan rusak, selagi kau peruntukkan dalam memenuhi segala kebutuhanmu, terkecuali
bila kau peruntukkan dalam memenuhi segala keinginanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar