Partner | KAENDRA Tour & MICE

Rabu, 28 Mei 2014

JATISWARA KAWEDAR (seri 13)

1.       Dan apabila engkau ingin benar-benar  mencariKU wahai orang-orang yang tertindas. Janganlah engkau mundur setapakpun lantaran takut dikatakan sesat. Sepanjang niat itu senantiasa bersemayam didalam hatimu, dan kau patri kokoh setiap mencari Tuhanmu. Maka sesungguhnya, api kebenaran akan tetap terpatri didalam sanubarimu. Dan, dia akan menuntunmu secara benar kejalanKU, serta dia tak akan mungkin dapat disimpangkan oleh api-api lain, yang merupakan perwujudan dari makhluk-makhluk KU.


2.     Adapun mereka yang mengatakan ; bahwa dirimu berada dalam kesesatan, lantaran apa yang kau temukan, dan kau perbuat, tidaklah lazim bagi mereka. Dan, bukankah keadaan demikian pernah pula dialami oleh Nabi dan Rasul terdahulu sebelummu?


3.   Dan ketahuilah olehmu, bahwa sesungguhnya AKU belum pernah berfirman kepada para Nabi dan Rasul, bila salah satu diantara mereka, adalah utusan yang terakhir dalam seluruh zaman. Bila mereka menafsirkan demikian, sesungguhnya lantaran salah dalam mengartikan ayat-ayatKU. Padahal sesungguhnya pada setiap akhir zaman, akan muncul seorang pemimpin yang AKU utus kemuka bumi, namun hanyalah terbatas pada keberadaan zaman itu sendiri. Dan sesungguhnya pula, pada masing-masing  kaum dan suku bangsa, mempunyai seorang Nabi dan Rasul. Akan tetapi, tidak setiap Nabi dan Rasul, haruslah memimpin suatu bangsa, terkecuali karena memang kodratnya.

4.  Oleh karena itu, wahai orang-orang yang tertindas!  Apabila suatu ketika, diantara kalian mengalami suatu penindasan dari mereka-mereka anak buah Dajjal. Cukuplah engkau getarkan suaramu melewati bibirmu, dan kau lontarkan pada udara disekitarmu, sembari berdoa :  “ Ya Allah, Tuhan anak manusia dan jin, serta yang menguasai seluruh alam. Turunkanlah kuasamu, atas mereka yang menebarkan api permusuhan dan bencana. Maka setelah itu, niscaya engkau akan terhindar dari kejahatannya. Terkecuali, apabila sebelum itu, engkau telah berbuat kejahatan, maka engkaupun akan hancur pula bersama-sama mereka. Oleh karena itu, janganlah engkau sekali-kali mengutuk, dan memohon kepadaKU, agar membinasakan orang lain, selagi didalam dirimu masih banyak pula yang harus dikutuk.


5.     Wahai orang-orang yang beriman, janganlah engkau bertanya, dan bersedih hati, bila orang-orang disekitarmu, serta yang berdekatan denganmu, kurang memperhatikan keberadaanmu, dan, mau ikut memanfaatkan segala kelebihan yang kau miliki. Selain mereka-mereka yang jauh, bahkan yang semula tidak saling mengenal, justru akan lebih dekat denganmu, melebihi saudara ataupun kedua orang tuamu.

6.    Hal itu, adalah semata mata untuk lebih mengokohkan dirimu serta hatimu, bahwa segala kodrat yang diciptakan oleh Allah Tuhanmu, senantiasa benar adanya. Sebagaimana kodrat sebuah sumur dan mata air. Siapakah yang lebih memanfaatkan keberadaan keduanya itu? Orang-orang disekitar sumur dan mata air, ataukah mereka para musafir? Lalu, siapakah yang lebih dahulu merasa memiliki, andaikata para musafir telah berduyun-duyun menimba airnya? Maka orang-orang disekitarnya itulah, yang akan mengatakan;  bahwa mereka lebih berhak, walaupun semula keberadaan sumur itu dicampakkan.


7.   Dan sesungguhnya mereka-mereka itu, secara tidak langsung akan merasakan kesegaran, tanpa harus menimba airnya, karena udara disekitar sumur akan pula menjadi segar.

8.   Dan, bukankah hal itupun pernah dialami oleh para Nabi dan Rasul terdahulu, ketika menyebarkan ajaran-ajaran ketuhanan kepada kaumnya. Dimanakah ajaran itu dapat tumbuh subur? Dilingkungannyakah, atau didaerah lain yang semula tak pernah disangka dan dikenal ?


9.   Lalu ,masihkah kau akan mengeluh seperti hamba-hambaKU yang lain, yang lebih dahulu terlahir, dan mendapat tugas sebagaimana dirimu? Bila engkau sebagaimana mereka, yang mengharapkan suatu penghormatan serta pujian, maka berhijrahlah engkau kedaerah lain. Sebagaimana mereka para Nabi dan Rasul terdahulu. Serta, sebagaimana pula yang dilakukan oleh para waliKU, niscaya nantinya, engkau pun akan mendapatkan pula pujian, serta penghormatan, dari orang-orang disekelilingmu.

10 Tetapi, apa artinya kau mendapatkan pujian, serta sanjungan yang tinggi, bila akhirnya mereka akan menyembahmu tanpa disadari. Sedangkan Tuhan yang kau bawa-bawa, akan terlupakan, sebab engkau sendirilah nantinya yang akan dijadikan Tuhan. Dan, bukankah telah berkali-kali AKU firmankan kepadamu ; bahwa sesungguhnya kehancuran seseorang itu lantaran pujian?


11. Dan tahukah engkau wahai orang-orang yang beriman, bahwa sesungguhnya setiap Nabi dan Rasul, senantiasa terlahir diantara kegersangan dan kesesatan? Semakin gersang, dan sesat, suatu kaum pada suatu zaman, maka akan semakin mempercepat proses kelahiran Nabi dan Rasul. Dan, sesuai dengan keberadaan kodratnya, mereka hanyalah bertugas untuk mengembalikan keadaan yang gersang, dan sesat, menjadi subur dan makmur.

12.  Dan bila keadaan sudah menjadi subur dan makmur, maka keberadaan mereka tiada diperlukan, sehingga kemudian AKU tarik tugasnya dan AKU cabut ruhnya. Bila tidak, keberadaan Nabi dan Rasul itu, justru akan merusak tatanan. Sebab, sebagaimana sifat yang KU tanamkan kedalam jiwanya, adalah segala hal yang bersifat lahiriah, serta yang sesuai dengan tingkat kegersangan, dan kesesatan suatu kaum, dalam suatu zaman dimana mereka terlahir.


13. Sedangkan, kendatipun Nabi dan Rasul itu telah lama meninggal, namun akan semakin banyak orang-orang  yang mementingkan lahiriah, apalagi bila Nabi dan Rasul itu tidak AKU matikan. Dan mereka itu, hanyalah AKU lahirkan kemuka bumi ini, sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh zaman itu sendiri. Dan bukan untuk memberikan kesesuaian, terhadap segala apa yang mereka inginkan.     

14.  Dan sesungguhnya pula, bukan untuk semakin berlomba-lomba menggunakan kesempatan guna menumpuk harta kekayaan duniawi. Sebab, sesungguhnya para Nabi dan Rasul itu, hanyalah semata mata untuk memberikan petunjuk kepadamu, tentang kegunaan, serta manfaat alat-alat yang berada didalam tubuhmu. Agar dapat kau gunakan sebagaimana yang kau butuhkan, pada suatu kaum dalam suatu zaman dimana kau berada.


15. Dan, sebagaimana keberadaanmu yang tiada kekal dimuka bumi ini, maka tentu akan ada keterbatasan pada alat-alat tubuh yang engkau miliki. Sehingga, apabila alat-alat tersebut kau pergunakan melampaui batas dari kebutuhanmu, maka alat-alat  tersebut akan semakin rusak. Dan bila sudah demikian, akhirnya engkau tak akan mengerti lagi, terhadap segala apa yang kau butuhkan, selain hanya untuk menuruti segala apa yang kau inginkan.  Dan sesungguhnya pula alat-alat itu tiada akan rusak, selagi kau peruntukkan dalam memenuhi segala kebutuhanmu, terkecuali bila kau peruntukkan dalam memenuhi segala keinginanmu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar