1. Lalu jika sudah demikian itu, masihkah engkau akan meminta kepada KU, agar menyegerakan kematian seseorang? Karena menurutmu telah melampaui batas, serta sering kali membuat kerusakan dimuka bumi ini.
2. Wahai orang-orang yang berpikir, daripada engkau memikirkan orang-orang yang melampaui batas, lebih baik engkau senantiasa merenungi dirimu sendiri, agar supaya tidak melampaui batas seperti mereka. Dan sesungguhnya, amat jarang sekali orang-orang yang mau merenungi dirinya, selain hanya pandai melihat kesalahan-kesalahan yang diperbuat orang lain. Bahkan, sering pula dilakukan apabila suatu ketika punya kesalahan, lantas kesalahan itu dilemparkan pada orang lain.
3. Oleh karena itu sadarlah wahai orang-orang yang beriman, selagi iman itu masih tetap berada didalam dirimu, janganlah sekali-kali mengingkari terhadap perbuatan yang engkau lakukan. Sebab dengan mengakui kesalahan secara tulus, sama halnya engkau telah menekuri akan karmamu. Dan tiada pula akan menyebabkan munculnya karma baru, kendatipun karmamu yang terdahulu masih belum tuntas kau selesaikan.
4. Wahai kaum muallaf atau orang-orang yang masih lemah iman, ayat-ayat ini sengaja KU peruntukkan bagimu didalam mengarungi kehidupanmu. Serta, untuk lebih mendalami kajian agama yang kau pilih, agar kau dapat mencari kebenaran didalamnya. Dan, bukan kebenaran yang diberikan oleh orang lain. Akan tetapi, kebenaran yang akan kau dapatkan sendiri, disaat kau merenung mencari Tuhanmu. Yaitu, kebenaran yang muncul dari sanubarimu, berupa pertanyaan-pertanyaan yang tiada habis habisnya, disaat pertanyaan itu kau jawab. Sebab, disaat jawaban itu muncul, maka akan disusul dengan pertanyaan-pertanyaan lain untuk menimpali jawaban yang kau lontarkan.
5. Dan dengarlah olehmu, apabila kau melihat dan mendengar, tentang perbuatan seseorang yang menurutmu adalah berupa kejahatan. Maka, janganlah sekali-kali engkau membenci, dan bahkan menjauhi orang yang telah berbuat jahat. Dan, apabila AKU pernah berfirman kepadamu, bukanlah semata-mata agar engkau meninggalkan mereka. Akan tetapi, kejahatan itu sendirilah yang harus engkau jauhi, dengan melihat segala akibat yang terjadi. Dan mereka-mereka yang kau lihat telah berbuat jahat, serta segala apapun yang telah diperbuatnya didalam menyusuri kehidupannya.
6. Dan, apabila ada diantara Rasul KU serta Nabi KU yang menyuruhmu agar menjauhi orang-orang berbuat jahat, bukanlah semata mata untuk membenci mereka. Akan tetapi, mereka para Nabi dan Rasul itu telah melihat kelemahanmu, serta karena adanya kekhawatiran bila dirimu akan ikut-ikutan pula berbuat jahat, bila bergaul dengan mereka.
7. Akan tetapi, kapankah engkau akan menunjukkan keteguhan imanmu kepada Nabi dan Rasul, bila selamanya engkau masih berada didalam kelemahan iman? Lalu apa saja yang telah kau hasilkan didalam mempelajari Kitab-kitab KU yang telah disampaikan para Nabi dan Rasul itu?
8. Tidak sadarkah dirimu? Bahwa; semakin banyak dirimu menjauhi orang-orang yang menurutmu bergelimang dalam kejahatan, serta penuh kesesatan, maka sesungguhnya semakin lemahlah imanmu. Sebab, bagaimana mungkin engkau akan dapat mempertebal imanmu, bila pengetahuanmu tentang kejahatan, dan kebaikan, amatlah sedikit. Dan andaipun banyak, hanyalah berupa cerita dari orang-orang sebelumnya, yang juga didapat dari orang lain sebelumnya pula. Dan begitu juga seterusnya, berupa lingkaran cerita, yang tak pernah dialami atau dilihatnya sendiri.
9. Dan ketahuilah pula olehmu; bahwa tidak setiap orang yang pernah berbuat jahat pada orang lain, akan jahat pula kepadamu. Akan tetapi, kenapa sering terjadi diantara kaummu yang hidup dizaman ini, ikut membenci dan memusuhi mereka? Padahal mereka belum pernah sesekali berbuat jahat kepadamu.
10. Sebagai contoh bagimu, apabila ada seorang pencuri atau perampok, yang telah memasuki rumah tetanggamu. Kemudian setelah perampok itu terpegang, dan kebetulan engkau melihatnya, kenapa engkau lantas ikut-ikutan dendam, bahkan ikut-ikutan memusuhinya? Padahal engkau belum pernah kenal, dan belum pernah memusuhimu. Seandainya, apabila engkau mau jujur, sesungguhnya lantaran ketakutanmu belaka, bila suatu ketika perampok itu akan masuk kerumahmu, sehingga kehidupanmu tak akan tenang, serta tak dapat tidur nyenyak. Padahal bila seandainya imanmu tidak lemah, cukuplah segala sesuatunya itu kau serahkan pada Tuhanmu. Dan, segala sesuatu yang terjadi, adalah semata-mata lantaran garis yang telah ditetapkan oleh Tuhanmu didalam kehidupanmu.
11. Disamping itu ketahuilah olehmu; bahwa sesungguhnya kejahatan, hanyalah akan bersenyawa dengan kejahatan pula. Dan, segala sesuatu yang nampak baik didalam lahirnya, belumlah tentu baik pula, sebagaimana apa yang ada didalam bathinnya. Dan, sesungguhnya penilaianmu selama ini tentang kebaikan, dan kejahatan, adalah segala sesuatu yang nampak dilahir, dan bukan apa yang terkandung didalam bathin. Hal itu, dikarenakan engkau mempelajari suatu agama dari apa yang tersurat dilahir, dan bukan dari apa yang tersirat didalam bathin.
12. Oleh karena itu ayat-ayat ini adalah merupakan peringatan bagimu. Apakah engkau sejak mengenal agama, sampai kematianmu tiba, akan senantiasa berada didalam keadaan lemah iman. Lalu, apa yang telah kau hasilkan didalam mengarungi hidupmu, bila kau tak pernah menghasilkan apa-apa, selain hanya duniawi belaka. Dan, apa artinya bagimu mempelajari suatu agama, bila kesia-siaan belaka yang akan kau dapatkan. Dan, masih pantaskah engkau mengaku sebagai penganut suatu agama, bila tak satupun kebenaran yang kau temukan? Selain kebenaran-kebenaran yang didapat oleh orang lain, yang kemudian kau sampaikan pula kepada lainnya. Tanpa dapat kau renungkan, hikmah apa yang telah kau hasilkan, dari berita kebenaran yang telah disampaikan kepadamu.
13. Wahai orang-orang yang bodoh! Janganlah sekali-kali engkau terkecoh karena kebodohanmu. Sebab dengan demikian, engkau akan semakin dijadikan api pembakarnya, dari mereka-mereka yang menjual belikan agama dengan mengatas namakan Allah.
14. Pernahkah AKU berfirman, agar AKU dibuatkan rumah atau singgasana oleh suku bangsa jin dan manusia? Dan, apakah kalian menyangka; bahwa singgasanaKU diciptakan oleh mereka yang menjadi makhluk KU? Lalu, bagaimana seandainya suatu ketika, terjadi bencana alam yang melanda rumahKU, dan bagaimana bila suatu ketika, bumi dan langit, serta alam seisinya ini AKU hancurkan?
15. Dan tahukah kalian? Bahwa ; sesungguhnya mereka hendak membangun kesesatan, demi mengokohkan kekuasaannya. Dan AKUlah sesungguhnya yang selama ini dijadikan alasan bagi mereka. Oleh karena itu, wahai orang-lemah yang lemah iman! Apabila engkau benar-benar ingin membangun rumah untuk beribadat kepada KU, cukuplah kau bangun rumah peribadatan itu didalam hatimu. Karena, AKU bersemayam didalam sanubarimu, sampai suatu ketika engkau akan mengetahui singgasanaKU yang sesungguhnya. Yang telah AKU bangun sendiri, diatas air kehidupan yang hakiki, yang penuh maknawi. Serta, amat jarang sekali diantara kalian yang mengetahui, selain mereka-mereka, yang benar-kenal akan arti mati. Dan, disitu AKU senantiasa bersemayam, dari manapun dia datang menampakkan mukanya kepada KU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar