Jika batinmu telah dilumuri sepenuhnya oleh apa yang menjadi fitrah dasar dari hatimu maka sesungguhnya, pakaian batin itu akan menyatu pula terhadap jiwa dan ragamu. Sehingga ragamupun juga tercitra oleh cahaya hati. Dan apa yang ada didalam batinmu akan nampak pula terhadap sikap, prilaku, dan tutur kata yang sama antara yang diluar dan didalam. Itulah sesungguhnya personifikasi dari agama itu sendiri. Bahwa agama adalah merupakan pakaian batinmu.
Semua itu akan terjadi, jika diri ini tidak semata-mata mencontoh atau meniru terhadap apa yang datangnya dari luar ragamu, sehingga dirimu tidak akan lagi selalu mengatakan bahwa engkau melakukan suatu tindakan itu lantaran diperintah orang lain. Atau karena diperintah oleh kitab-kitab agama apapun yang ada didunia ini.
Sebab dengan mengatakan hal itu, berarti dirimu tidak mau bertanggung jawab terhadap apa yang kamu lakukan. Karena apa yang kamu lakukan selalu mengatakan bahwa itu bukan kehendakmu, selain karena merupakan kuwajiban untuk kamu lakukan.
Jika demikian, lalu apa yang mendorongmu untuk sekolah, untuk bekerja dan lain-lain? Apakah juga disuruh orang lain. Ataukah karena dirimu sendiri yang memang berkehendak untuk sekolah dan kemudian bekerja?
Jika didalam sekolah dan bekerja itu adalah karena memang ada dorongan dari hatimu, semestinya hal itu pula didalam melakukan pemenuhan manusia batinmu, terhadap ajaran ketuhanan. Yang juga harus mau bertanggung jawab. Dan bukan karena adanya suruhan dari siapapun juga. Dan harus murni dari dalam dirimu agar menumbuhkan rasa kesadaran_diri. Sehingga tanpa adanya keterikatan terhadap apa yang ada dari luar ragamu.
Hal itu dapat kau lakukan, adalah ; jika dirimu tidak terikat akan materi , ataupun duniawi. Bahkan, bila perlu tidak mengikat apapun yang ada dialam semesta ini. Sebab semuanya akan terikat dengan sendirinya, jika dirimu telah penuh kesadaran secara nyata. Dan cukup adanya rasa berkehendak dari dalam dirimu , maka semuanya akan hadir kehadapanmu secara nyata dari sebelumnya yang maya. Dan hanya lewat kesadaran diri itulah yang membuat maya jadi nyata ataupun sebaliknya, sesuai dengan apa yang kau kehendaki.
Dengan begitu, berarti agama itu telah bisa menjadi pakaian batin yang menembus ragamu hingga kemudian akan memancarkan cahaya kasih terhadap siapapun yang ada disekelilingmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar