Partner | KAENDRA Tour & MICE

Senin, 22 Desember 2014

SEBUAH BACAAN YANG TERSELIP



Semua orang pasti tahu bahwa apa yang ditanam maka itu pula yang akan dituai. Dan tanpa memandang apa sosok dan predikat seseorang. Kendati seorang perampok sekalipun jika yang ditanam padi tentu padi pula yang akan dihasilkan. 

Namun yang menjadi masalah adalah; kenapa tidak setiap orang menanam yang terbaik bagi dirinya??? Bahkan justru banyak yang tidak ada rasa sesal didalam dirinya terhadap apa yang dihasilkan. Yang ada, kesusahan dan penderitaan mendera, serta tidak terima mendapatkan kenyataan terhadap apa yang dituai. Ironisnya dia akan mengatakan bahwa dirinya telah berbuat baik, dirinya tidak kurang-kurang dalam doa dan ibadah. Tetapi, kenapa nasib buruk selalu menimpanya.


Tahukah? Bahwa sesungguhnya setiap orang itu tidak akan lepas dari habitatnya serta sikap dan prilakunya. Sehingga secara tidak sadar mereka akan tertuntun untuk menanam sesuatu sesuai dengan habitatnya sendiri. Dan tidak mungkin seseorang akan menanam padi jika setiap harinya mereka merasa tidak bisa hidup tanpa kentang. Begitu pula seorang perampok tidak akan pernah mau bersusah payah untuk menanam, selain hanya dengan merampok harta orang lain.


Dan tahukah pula? Bahwa sesungguhnya apa yang kamu tanam itu bukan untuk kamu hasilkan saat ini. Dan itu perlu waktu untuk dapat kamu tuai. Apa yang kamu hasilkan hari ini merupakan buah dari apa yang kamu tanam sebelumnya.

Oleh karena itu, jika apa yang dihasilkan hari ini membuatmu susah, renungilah sampai muncul kesadaran didalam diri  agar tidak lagi menanam apa yang tidak kamu sukai agar kedepannya tidak lagi menuai penderitaan. 

Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang disekitarmu itu juga merupakan lahan bagimu untuk kau tebari tanaman yang sesuai antara biji dan lahannya. Jika mereka tidak suka padamu, berarti biji yang kau tanam itu akan membuatmu tidak akan suka pula jika kelak kau tuai. Yang terjadi ; malah kebencian itu yang kau tanamkan secara terus menerus. Sehingga buah yang kau tuai juga kebencian yang semakin mendalam.

Intinya : Suka atau tidak, mampu atau tidak, kita harus menanam yang sesuai dan bermanfaat bagi orang-orang lain sebagai lahanmu, agar dikemudian hari tanaman itu akan bermanfaat bagimu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar