Sering kita mendengar ungkapan " Tuhan maha tahu", atau hanya diri kita dan tuhan yang tahu. Namun demikian, pernahkah terlintas didalam diri kita, tentang siapakah tuhan itu, dan apa tujuan ungkapan itu disampaikan?
Dahulu pernah saya tuliskan disini tentang "liver adalah garpu tala hati". Dari sinilah kita mulai membahas tentang judul diatas.
Yang dimaksud tuhan, adalah dirinya sendiri. Siapapun yang ngomong bahwa tuhan maha tahu, harus bisa membuktikan ke maha tahuan tuhan, minimal terhadap dirinya sendiri. Mengapa? Karena kata tersebut merupakan penekanan terhadap dirinya, bahwa tidak ada segala hal apapun dialam semesta ini yang tidak diketahuinya.
Dimana tempat kedudukan tuhan? Adalah didalam hatinya masing-masing orang itu sendiri. Lalu apa yang dimaksud tuhan? Adalah merupakan kamus hidup dan kehidupan didunia.
Bagaimana cara membuka kamus itu? Adalah dengan bertanya pada diri sendiri seperti halnya saat kita tanya semua hal pada google. Dengan bertanya pada hati, nanti hati akan memberikan jawaban lewat getaran rasa yang masuk kedalam liver, seperti halnya kaset VCD atau LCD dll. Dari liver lantas akan naik ke otak dikepala untuk dijadikan visual atau seperti halnya layar komputer.
Bagaimana untuk mengetahui kebenarannya? Adalah tergantung tepat dan tidaknya jenis pertanyaan yang disampaikan serta tepat dan tidaknya kita membaca jenis getaran yang disampaikan dari hati ke liver tersebut.
Dari sinilah yang memang agak sulit didalam menangkap getaran hati saat sudah merasuk didalam liver yang disebut warna perasaan.
Akan tetapi dengan berlatih secara terus menerus lewat merasakan keadaan warna rasa, bisa dipastikan akan bisa tepat. Dan hubungan antara hati dan liver sama halnya hubungan antara black box pesawat dan dekoder, yang bisa merekam segala keadaan dari pesawat yang sedang terbang yang dilakukan oleh pilot maupun co pilot. Yang nantinya bisa dibaca setelah menggunakan alat.
Jadi intinya yang dimaksud dengan tuhan maha tahu adalah #hati orang itu sendiri.
Sehingga ada sebutan bahwa jika kita tahu dirinya maka dia juga akan tahu tentang tuhannya.
Lalu apa bisa melihat orang lain? Jawabnya bisa sepanjang kita mengetahui tentang frekwensi dari getaran hati orang yang hendak dilihat. Jika frekwensinya sama, maka akan sama pula terhadap apa yang hendak dilihat. Sama halnya saat kita berhubungan tilpun pakai hp; BBM WA dll. Jika kita sudah tahu nomornya atau barcode nya tentu akan bisa berhubungan secara batin.
Selamat berlatih mengenal tuhannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar