Partner | KAENDRA Tour & MICE

Senin, 26 Januari 2015

INTI HARTA KARUN ITU ADA DIDALAM DIRIMU




Semua makhluk apapun didunia ini asalnya dari dalam bumi, Yang berarti mayoritas unsur yang menjadi kehidupannya juga berasal dari bumi, baik yang bersifat organik maupun anorganik.

Apa yang kita lakukan, jika kita melihat ada orang-orang yang menggali tanah tidak bertuan, tahu-tahu mendapatkan bahwa tanah itu mengandung emas? Tentu kita akan ikut tergerak untuk mencari peruntungan seperti mereka. Dan jika semakin banyak orang yang mendapat biji emas, tentu akan semakin tersiar meluas, dan akan banyak orang berduyun-duyun ketanah tersebut guna mencari peruntungan yang sama. Semua orang akan menggali dengan caranya sendiri-sendiri. Begitu pula didaerah-daerah lain banyak penemuan harta karun, yang semula dari menggali tanah secara tidak sengaja. Tidak hanya emas, berlian, batubara, tetapi juga segala hal yang membuat diri menjadi kaya raya.


Dari sekilas kisah diatas, pernahkah kita merenung? Bahwa segala sesuatu penunjang kehidupan manusia, ternyata dihasilkan dari penggalian. Sesuai dengan habitat manusia itu sendiri yang memang berasal dari bumi. Semakin banyak menggali, maka akan semakin banyak harta yang akan didapatkan. Walaupun kadang tidak mendapatkan apa-apa, namun masih memiliki keyakinan, jika suatu ketika akan mendapatkan emas seperti yang lainnya. Apalagi jika kita berdiam dikawasan tambang tersebut.

Semestinya harus muncul suatu renungan ;Jika kita menggali tanah yang notabene berada diluar raga, bisa menghasilkan harta karun, berarti jika kita menggali kedalam diri sendiri juga akan didapat harta karun. Bahkan, juga merupakan saripati dari harta karun itu sendiri. Mengapa? Karena bumi adalah makhluk. Semua apapun adalah berupa makhluk. Sedangkan manusia merupakan makhluk sempurna, karena meliputi seluruh unsur baik organik maupun anorganik seperti yang saya sebutkan diatas. Serta yang meliputi 4 unsur yakni : energi, materi, ruang, dan waktu. Seluruh makhluk yang ada, tata pola kehidupannya tidak lepas dari lingkaran ekosistem, dalam artian yang saling ketergantungan antara yang satu dengan yang lainnya. Kenapa manusia saya sebutkan inti atau saripati dari harta karun? Karena manusia memiliki, 3 unsur yakni : jiwa, ruh, dan akal.

Fungsi jiwa adalah sebagai pengendali atau penggerak, untuk menguak segala harta karun yang masih tersimpan didalam ruh itu sendiri yang bersifat non empirik atau ghaib. Bersifat energi maupun anti energi.

Dan jiwa dengan seluruh aparat yang ada didalam dirinya pasti akan mampu untuk menggali kedalam dirinya, sepanjang ada unsur keyakinan, sampai jiwa bisa membuktikan bahwa dia telah menemukan inti harta karun itu dari dalam dirinya.

Dimanakah tempat inti harta karun didalam diri? Adalah didalam Ruh manusia

Kesimpulannya adalah: menggalilah kedalam diri sampai menemukan Ruhmu sendiri, karena semuanya ada disitu, sebab dan akibat juga tersimpan didalamnya. Bahkan, disitu dirimu akan bertemu inti harta karun yang tersembunyi, dan yang sering disebut jati diri.


Dan jika sudah bertemu dengan Ruh mu sendiri, dirimu akan jauh lebih mudah menghadapi apapun yang menjadi permasalahan yang datang. Karena sesungguhnya seluruhnya itu terpusat dari dalam dirimu sebagai jiwa yang tidak mampu sebagai pemimpin, lantaran tidak mau menggali kedalam diri. Selain hanya mencari pengakuan dari luar ragamu, sehingga dirimu akan seperti asap yang membumbung tinggi dan terhenti diawan. Kehendak hati ingin menuju mentari sumber Ruh, namun akhirnya hanya mendapat awang-awang karena ruh yang didalam dirimu itupun sebenarnya juga sama. 

Dimasukkannya settitik ruh itu kedalam dirimu, supaya mempermudah bagimu didalam menata kehidupanmu didunia ini. Tidak perlu terbang kearah mentari, cukup  tata surya didalam diri itu yang harus kamu jalani sebagai mikro kosmos, tanpa harus mengubah ekosistem yang terpampang diluar ragamu. Dan itu mencerminkan; bahwa dirimu penuh kesombongan untuk menjadi tuhan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya pula, bahwa kesombongan ; merupakan pertanda jika diri tidak memiliki kemampuan, lantaran malas untuk menggali kedalam diri. Sehingga tidak ada secuilpun unsur harta dalam diri yang dapat kamu buktikan, untuk disaksikan. Lalu, untuk apa ditiupkan ruh kedalam dirimu jika tidak berarti apa-apa bagimu?


 Dengan berakhirnya tulisan diatas, berarti telah berakhir pula tulisan saya tentang jati diri. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar