Partner | KAENDRA Tour & MICE

Senin, 12 Januari 2015

KIAMATNYA SUATU JAMAN DI NUSANTARA



Disaat saya menulis status " dibalik  runtuhnya istana nafsu" tentang 4 bencana ada yang memberikan pertanyaan bahwa tinggal 1 unsur yg belum terjadi yakni "kayu" yang melambangkan jiwa. Ternyata tadi di kebun raya Bogor ada pohon damar yang roboh tanpa angin dan hujan. Serta membuat 4 orang mati. Ini sesungguhnya benar-benar merupakan semiotika tentang adanya kiamat terhadap suatu jaman, untuk menuju jaman yang lain. Mengapa? Karena keempat unsur ditambah satu unsur sdh tergenapi yaitu bencana dari sebuah pohon. Apa semiotika yang saya dapatkan?


Kebun Raya Bogor merupakan miniatur dari seluruh pepohonan di Indonesia, atau bahkan ada sebagian pohon di dunia. Sementara pohon merupakan lambang dari jiwa seperti yang saya tulis tanggal 6 januari yang lalu.

Kemudian, pohon yang roboh itu namanya adalah pohon Damar, merupakan lambang dari cahaya penerangan itu sendiri. Serta, menimbulkan kematian terhadap 4 orang. Semiotikanya menurut saya adalah merupakan personifikasi dari orang-orang yang selama ini kelihatannya memberikan cahaya penerangan kepada orang lain. Namun sejatinya justru menimbulkan kecelakaan bagi orang lain. Kenapa? Karena mereka yang mati itu sedang berkemah dibawahnya dan daun-daun damar dijadikan pelindungnya. Inipun juga menggambarkan bahwa tidak setiap orang yang kelihatannya memberikan perlindungan dan ketentraman, benar-benar yang sejatinya. Namun sesungguhnya adalah merupakan pencitraan, yang mengakibatkan penderitaan dan bahkan kematian bagi orang lain.

Dengan terjadinya robohnya pohon Damar yang mengakibatkan kematian 4 orang dan melukai 21 orang, maka hal ini benar-benar merupakan petunjuk bagi kita bangsa indonesia, bahwa akan banyak orang-orang yang selama ini menggunakan pencitraan akan terbongkar. Dan ini merupakan lambang dari perubahan jaman atau kiamat itu sendiri. Jika yang semula jamannya akal, maka sekarang akan berpindah menuju jamannya orang yang menggunakan hati. Adapun bukti-bukti lain yang ada yakni perubahan musim yang selalu anomali serta perubahan watak orang-orang yang tidak sesuai antara apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan, serta yang semakin sulit untuk diterka.

Oleh karena itu dengan adanya 4 bencana plus 1 bencana pohon sebagai lambang bahwa akan menunjukkan akan semakin banyak juga jiwa-jiwa yang gersang, tidak waras tetapi mengaku waras. Sementara yang waras dikatakan sakit.

Semoga hal ini akan menjadikan kesempatan bagi siapapun yang mau berlatih menggunakan hatinya.

Semoga bermanfaat.

2 komentar:

  1. trimakasih infonya gann,,
    sangat menarik,,
    salam sukses,,

    BalasHapus
  2. infonya sangat menarik...
    mantap..

    BalasHapus