Jika kemarin telah membahas masalah semiotika tentang adanya 4 bentuk bencana, kali ini akan membahas tentang ke 4 bencana itu yang terjadi hampir bersamaan, dalam kurun waktu triwulan akhir 2014. Itu disebabkan dari unsur tahun, jika saya terjemahkan dari bahasa mandarin berarti " sepasang Nol(kosong), menuju satu kematian"( liang, ling, i', she=2014).
1.Adanya sepasang Nol ; yang satu berlawanan dengan jarum jam. Yang satunya lagi searah jarum jam. Jika disatukan akan terjadi benturan yang sangat hebat. Jika disusun vertikal akan menjadi angka 8(hal ini pernah saya bahas).;
2. Mengapa terjadi pada triwulan terakhir? Kita tahu bahwa pada umumnya umur kelahiran seorang anak manusia hitungannya adalah triwulan (9 bulan+10 hari). Dimana jumlah angka juga ada 9 sejak dari angka 1 yang merupakan lambang Air, berakhir ke angka 9 merupakan lambang manusia itu sendiri.
3.Adanya sifat manusia yang lebih suka bertuhan pada materi lewat akalnya dari pada lewat hatinya. Dengan begitu akan mengubah kodrat dasar alam semesta, mikro maupun makro. Yang semula berputar dari kanan kekiri, diubah dari kiri ke kanan. Dalam artian seperti skhema dasar IQ>>EQ>>SQ.(Otak kiri>>Otak kanan>>hati).
Adanya ke 3 point diatas itulah sehingga akan tercipta bangunan nafsu yang cukup lama selama 500 tahun(1500 sampai 2000). Dan perlu diketahui bahwa perubahan arah gerak jiwa seseorang bisa sempurna putarannya didalam mewarnai rasa adalah selama 500 tahun. Sejak tahun 2000 telah mencapai puncaknya bahwa manusia lebih mengutamakan akalnya. Dan tahun 2001 sampai 2500 akan kembali pada kodrat dasar yakni dari kanan kekiri sesuai dengan perputaran alam semesta.
Setelah mencapai masa 14 tahun akumulasi kekuatan jiwa yang ada sudah mencapai puncak kekuatan untuk menahan putaran asal dengan cara melawan arus putaran. Sehingga yang terjadi adalah ledakan yang menimbulkan bencana secara berurutan. Seperti halnya segelas air. Kemudian air dalam gelas itu kita putar dengan tangan. Jika putaran air yang semula berputar kekanan, kemudian kita putar kekiri, tentu pusarannya akan berhenti mendadak, dan akan memercikkan sebagian air keluar.
Itulah yang terjadi di Indonesia selama ini. Dimana yang selama ini telah terbiasa #menggunakan_akal lantas mulai kehabitatnya #menggunakan_hati. Hal ini dapat dilihat dari kesukaan warna mobil. Jika dulunya warna hitam lebih mahal, sekarang justru warna putih yang lebih mahal.
Dengan bahasan diatas ini, jiwa harus kembali mengikuti putaran asal dari alam semesta yakni dari kanan kekiri dalam artian harus menggunakan hati ketimbang akalnya. Dengan demikian terisinya folder nafsu akan sesuai dengan kodrat dasarnya juga yang hanya sebagai kendaraan untuk dikendalikan. Dan saat ini merupakan kesempatan emas lantaran bangunan nafsu yang selama ini tercipta secara salah, telah hancur lebur dan kembali secara murni. Begitu pula seluruh warna rasa yang selama ini mewarnai nafsu, kembali kosong.
Sehingga siapapun yang mau mengubah mindset pada jiwanya, maka mereka akan berhasil. Namun jika masih tetap mengikuti seperti jaman jahiliah yakni bertuhan pada akalnya serta lebih mementingkan materi dibandingkan non materi, maka akan hancur dengan sendirinya.
Oleh karena itu selagi mayoritas jiwa dan rasa yang ada di Nusantara ini sudah mulai berada didalam kodrat dasar yang sama, segeralah bersama-sama untuk merevolusi jiwa dan rasa, dengan terlebih dahulu menggunakan hati ketimbang akalnya.
Jika tidak mau ; suka atau tidak, sukarela maupun terpaksa, pintar ataupun bodoh; mereka semua akan terhempas oleh putaran jaman itu sendiri. Tidak perduli apapun predikat seseorang, para agamawan maupun tidak, mereka akan menjadi tumbal didalam perubahan itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar