Sebagian besar diantara kita banyak yang tahu bahwa; seluruh makhluk, khususnya manusia, senantiasa ada hubungan dengan alam, baik mikro maupun makro. Bahkan, alam semesta ini, juga mempunyai keterikatan antara yang satu dan yang lainnya. Adanya kutub selatan dan utara menimbulkan elektro magnetik, sehingga akan ada pengaruh positif dan negatif bagi makhluk-makhluk. Suatu saat akan terjadi tarik menarik, dan suatu ketika pula akan terjadi tolak menolak. Bahkan ada pula yang menyatu, jika antara materi yang satu dengan yang lain memiliki satu hubungan yang sepadan. Seperti halnya 1 benda yang mengandung magnit, bisa menjadi perekat bagi benda yang lain.
Begitu pula manusia, tidak luput dari keadaan seperti itu. Daya magnetik yang ada didalam diri manusia berada didalam nafsunya yang memiliki 4 energi dasar, yang tersimpan didalam livernya. (Baca tulisan saya tentang nafsu).
Dengan adanya hubungan magnitisme antara manusia dengan alam yang selalu bergerak, sudah barang tentu akan mempengaruhi tata pola kerja nafsu. Dan akan membentuk suatu situasi dan kondisi didalam diri, menjadi positif atau negatif, menjadi baik atau menjadi buruk, menjadi benar atau menjadi salah. Hal itu tidak terlepas dari rotasi bumi, perputaran matahari serta benda-benda angkasa lainnya, yang bergerak secara serentak didalam suatu sistem revolusi tata surya itu sendiri. Yang akhirnya dikenal dengan istilah waktu. Dan adanya waktu itulah yang akan membuat kehidupan manusia sangat dipengaruhi oleh perobahan waktu yang tentu tidak sama, antara sebelumnya, saat sekarang, dan saat yang akan datang. Namun demikian secara garis besar, kita masih bisa mengidentifikasi, dimana semua itu tidak terlepas dari sepasang. Seperti halnya siang dan malam, panas dan dingin, gelap dan terang, atau saya singkat menjadi yin yang.
Keberadaan sepasang jenis keadaan itulah yang membuat adanya nasib peruntungan bagi kehidupan manusia, yang akan mempengaruhi pada nasib sial atau kejayaan.
Bagi mereka yang terlahir pada tahun genap, tentu angka sialnya pada tahun ganjil. Sedangkan masa kejayaannya adalah saat melalui tahun genap. Begitupun sebaliknya, sampai mengalami 3 kali masa perobahan atau 3 tahun atau 1000 hari. Sedang pada 3 tahun selanjutnya(6 tahun), akan mengalami kesialan yang amat besar.
Lalu bagaimana mengantisipasinya? Ada 2 hal didalam mengantisipasi yakni ; 1. Jika masih sekedar berlawanan tahun genap dan ganjil, kita harus benar-benar menggunakan akal untuk menghindari ataupun tetap memasuki tahun sial tersebut dengan kehati-hatian. Mengurangi langkah didalam memenuhi keinginan, serta lebih mengarah pada kebutuhan.
2. Jika terpaut 6 tahun, akal tidak akan pernah bisa dilakukan, sehingga betapapun kita hati-hati,, tetap akan terkena dampak kesialan tersebut. Sehingga, mau tidak mau, suka ataupun tidak kita hanya bisa menggunakan #hati dan bukan hati-hati. Karena hati akan bisa menetralisir semua unsur yang membuat kesialan tersebut. Sehingga segala unsur yang ada didalam diri akan bisa menyesuaikan dengan segala apa yang ada diluar raga untuk bersenyawa, kemudian akan bisa mengubah segala sesuatu yang sial menjadi kejayaan atau keberkatan.
Dan bagaimana menggunakan hati? Adalah lewat kepasrahan, serta banyak menggunakan sifat pemurah serta penyayang pada sesama.
Selanjutnya, jika hal ini dilatih terus menerus akan muncul kesadaran didalam diri, sehingga nantinya kita akan secara naluri akan dapat melakukan penyesuaian atau #aklimatisasi terhadap perubahan apapun, yang akan mempengaruhi terhadap nasib dan peruntungan kita sendiri dengan adagium bahwa "Siapapun tidak akan bisa mengubah nasib seseorang, selain orang itu sendiri yang akan mengubahnya".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar