Partner | KAENDRA Tour & MICE

Senin, 16 Februari 2015

JANGAN MENYIMPAN BANGKAI DIDALAM DIRI



Semua orang tentu sepakat ; jika rumah yang masih kosong akan lebih sejuk dibandingkan dengan rumah yang sudah ada perabotannya. Semakin banyak terisi perabotan, tentu akan semakin gerah bagi orang yang berada didalamnya.
Bahkan bisa juga beraroma yang tidak sedap. Seperti halnya ada bangkai tikus didalam rumah, tentu akan membuat kita tidak betah dan mau muntah. Sampai bangkai tikus itu diketemukan dan dibuang.
Sebaliknya semakin sedikit, bahkan kosong dan belum ada perabotannya, tentu akan semakin sejuk. Bahkan disaat kita bicara akan bergaung keseluruh tembok ruangan.


Dan itulah kenapa, rumah-rumah peribadatan amat sejuk penuh kedamaian bagi orang yang ada didalamnya.

Begitu pula didalam diri manusia, tidak ubahnya sebagai tempat persemayaman jiwa itu sendiri. Sedangkan perabotan yang ada merupakan warna perasaan yang sedang dialaminya. Semakin banyak warna perasaan yang tersimpan didalam diri, tentu akan semakin gerah yang dirasakan. Apalagi jika warna perasaan itu tidak kita sukai. Seperti halnya marah, susah, benci dan lainnya. Walaupun sesekali masih ada rasa bahagia, dan indah, tetapi semua tidak akan ada artinya, jika masih tersimpan warna perasaan yang bertolak belakang.

Hal itu sama halnya dengan rumah yang diberi pengharum, perabotan yang indah dan lainnya. Tetapi masih tercium bau bangkai, tentu tidak akan nyaman untuk berlama-lama didalam rumah.

Tahukah? Bahwa seluruh warna perasaan yang tidak kita sukai, dan tetap bersemayam didalam diri bagaikan aroma yang tidak sedap, pengap dan bahkan berbau bangkai. Mengapa? Karena semakin kita tidak menyukai, tentu akan semakin tajam aromanya seperti bangkai. Sehingga mengapa ketika seseorang yang marah, dan tidak bisa melampiaskan kemarahannya dan tetap menahannya, membenci, iri serta dendam, begitu terasa menyesakkan dada.

Oleh karena itu hanya ada 1 jalan untuk bisa membuat dirimu kembali bergairah, khususnya jiwamu. Yakni dengan membuang seluruh perabotan didalam dirimu yang berupa berbagai warna perasaan didalam dirimu , selain warna perasaan yang memang kamu butuhkan. Atau lapangkanlah dirimu jika memang membutuhkan seluruh warna perasaan itu. Seperti halnya rumah tempat tinggalmu. Jika butuh perabotan banyak, maka luaskanlah ruangan rumahmu dengan merenovasinya. Atau kurangi perabotannya, syukur-syukur jika rumahmu masih tetap bergaung disaat dirimu bicara dengan hatimu, dan hatimu bisa mengerti apa yang menjadi kemauanmu.

Tahukah? Apa warna perasaan yang merupakan perabotan itu? Adalah keinginanmu yang tersimpan didalam seluruh nafsumu.

Jangan turuti semua yang menjadi keinginanmu, agar jika masih belum bisa terpenuhi, maka energi akan menjadi aroma bangkai didalam diri, seperti halnya indung telur pada rahim perempuan, jika tidak terbuahi, tentu dia akan keluar setiap bulannya menjadi darah kotor. Bagaimana seandainya indung telur itu senantiasa tersimpan didalam rahim kendati tanpa pembuahan. Lambat laun tentu akan menjadikan bangkai didalam perut perempuan. Sehingga tidak mengherankan jika banyak orang-orang yang tidak bisa melupakan peristiwa negatif yang terjadi sampai bertahun-tahun, bahkan sampai menimbulkan dendam kesumat, tidak bisa memaafkan dan lainnya. Hal itu karena didalam dirinya masih ada bangkai yang tidak pernah dicari dan dibuang. Sehingga setiap ada orang lain yang datang, dianggapnya orang itu yang berbau bangkai, padahal bangkainya berada didalam rumahnya sendiri, yakni didalam dirimu, dan bukan pada lainnya.

Tidakkah kita mau mengambil pelajaran dari dalamnya? 

Intinya : adalah jika kita memang banyak keinginan haruslah mampu untuk diatasi semuanya, selagi dirimu memikirkan untuk melaksanakannya. Jika tidak, untuk apa dirimu menyimpan keinginan tetapi tidak dapat dilaksanakan?

Sebab, baik kamu sadari maupun tidak, dirimu telah menyimpan bangkai yang semakin lama akan semakin menumpuk didalam dirimu sendiri. 

Dan untuk sementara; lupakan keinginan itu, sampai suatu ketika akan muncul kesempatan bagimu untuk dipikir kembali, yakni disaat dirimu benar-benar membutuhkannya. Segala sesuatu yang tidak dapat kau gapai hari ini, belum tentu dimasa mendatang tidak dapat kau gapai pula. Semua ada waktunya, dan semua akan indah pada akhirnya, sepanjang tidak ada bangkai didalam dirimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar