Selama ini, kita sering mendengar frasa "apa kata tuhan yang diatas". Atau "apa kata yang diatas" sembari jari telunjuk mengarahkan keatas. Dan semua orang akan tahu bahwa yang dimaksudkan adalah bahwa dirinya sebagai manusia hanyalah sebatas menjalankan saja, sedangkan keputusan adalah ditangan tuhan.
Sementara disisi yang lain mempunyai pendapat yang berbeda yakni dengan menunjuk keatas berarti merujuk pada langit. Berarti langit langit lebih besar dari tuhan, apa mungkin? Yang benar tuhan ada dihati, karena hati manusia itu tidak dapat diraba. Dan hati sifatnya adalah nol.
Kedua landasan pemikiran itu semua adalah benar. Bagi pihak yang memihak pada yang pertama, beralasan bahwa tidak ada satupun yang menolak terhadap sudut pandang bahwa tuhan memang diatas. Serta tidak ada satupun orang yang berkelit terhadap suatu masalah dengan mengatakan bahwa apa kata tuhan yang ada dihati.
Sedangkan bagi pihak kedua yang berkata bahwa Tuhan berada dihati sebagai tempat ruh awal manusia, juga tidak mengadakan pertentangan ketika ada orang lain mengatakan "apa kata yang diatas".
Menurut saya, selama ini kita hanya sekadar mengikuti apa kata-kata orang terdahulu tanpa mengadakan perenungan yang mendalam. Walaupun masing-masing pemahaman itu benar, tidak terbantahkan. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah ; apakah tempat kedudukan tuhan itu memang ada 2 yakni diatas dan dihati, ataukah memang ada 2 tuhan? Padahal kita tahu bahwa tuhan itu bersifat tunggal.
Tetapi menilik dari tempat kedudukannya, menunjukkan bahwa tuhan itu adalah "sepasang" yang saling melengkapi, sehingga disebut "tunggal" dan bukan "satu", yang bersifat angka. Dan dari sepasang itu, tuhan yang mempunyai kekuasaan tertinggi adalah yang berada diatas, dan bukan tuhan yang berada dihati yang merupakan sifat kedalaman.
Perbedaannya adalah : bahwa tuhan yang berada didalam hati "bersifat mutlak". Sedang tuhan yang berada diatas, adalah yang memiliki "kewenangan mutlak".
Jika demikian, siapakah tuhan yang disebut sepasang, antara yang diatas dan yang didalam? Dan diatas itu dimana? Apakah dilangit, ataukah dialam semesta?
Diatas itu merujuk pada kata "diatasKU", serta merujuk pada "aku" yang ada dikepala. Terbukti kemanapun kepala itu berada maka arah atas itu selalu mengarah kepada tepat dimana ubun-ubun kepala.
Lalu siapakah yang menyebut "atas; bawah; samping kiri, samping kanan; muka dan belakang? Adalah tuhan yang ada dihati tempat bersemayamnya ruh manusia itu sendiri. Jika demikian, siapakah tuhan yang berada dikepala yang memiliki kekuasaan tertinggi itu?
Dialah jiwa manusia atau yang sering disebut sukma; soul; Aku. Sedangkan yang disebut tuhan dihati adalah ruh; nyawa; Spirit. Dan ruh memiliki sifat yang mutlak dengan senantiasa memancarkan cahaya yang hanya dapat ditangkap oleh akal yang bersifat "rasa". Dan dari rasa ini diteruskan menuju nafsu yang ada di liver atau hepar bersifat "warna rasa" disebut perasaan.
Jadi kesimpulannya adalah ; bahwa jiwa manusia itu sendirilah yang disebut tuhan yang diatas, apakah manusia itu mau memakai tuhan yang dihati atau tidak. Hancur dan tidaknya seseorang, benar dan tidaknya seseorang tergantung sepenuhnya dari jiwa manusia itu sendiri didalam mengabaikan atau menuruti apa yang dibisikkan oleh tuhan yang ada dihatinya lewat gelombang cahaya yang diterima oleh akalnya.
Seperti yang pernah saya tuliskan tempo dulu tentang kronologis perjalanan dari ruh didalam koordinasi dengan jiwa. Yakni : Jiwa>>Ruh >>akal>>nafsu>>>otak. Dan bukan : Jiwa>>akal>>nafsu>>otak.
Dan inilah sesungguhnya perjalanan antara jiwa dan ruh didunia ini yang kekuasaan tertinngginya adalah pada diri jiwa manusia itu sendiri yang memiliki "kewenangan dan kekuasaan mutlak". Sedangkan ruh manusia yang ada dihati, adalah yang memiliki "sifat yang mutlak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar