Banyak orang yang merasa tidak percaya pada dirinya. Serta banyak alasan yang dipakai lantaran dirinya miskin, merasa dirinya jelek, merasa dirinya bodoh, merasa dirinya banyak salah dan dosa dan lain-lain. Yang perlu dipertanyakan disini adalah ; dia tidak percaya diri kepada siapa? Jika menjawab tidak percaya diri pada masyarakat dilingkungannya. Apakah tolok ukurnya adalah kekurangan dan kelemahan yang dimiliki, dengan kelebihan yang dimiliki orang lain disekitarnya? Lalu bagaimanakah jika keberadaannya sudah sesuai, atau bahkan melebihi dari lingkungannya, lantas beranggapan bahwa dia pasti melebihi pada lingkungan yang lain? Kita tentu tahu, bahwa diatas langit masih ada langit yang lain.
Jika dirinya miskin dan tidak cukup makan pada setiap harinya, masih bisa tetap hidup dibandingkan mereka yang kaya, seharusnya muncul keyakinan diri bahwa dirinya memiliki kelebihan dibandingkan orang yang kaya.
Jika dia kemana-mana berjalan kaki kena panas dan hujan, tetapi masih bisa sampai ketujuan, mestinya dirinya bersyukur bahwa dirinya memiliki kelebihan kekuatan dan tidak putus asa. Yang belum tentu kekuatan itu dimiliki orang lain.
Jika dirinya memiliki cacat tidak memiliki tangan, dan bisa menulis dan makan pakai kaki, seharusnya dia berbangga diri lantaran bisa mengalahkan keadaan dirinya yang tanpa tangan ternyata bisa menggunakan kakinya. Dan belum tentu mereka yang memiliki kedua tangan bisa seperti dirinya.
Perasaan yang selalu membandingkan dengan orang lain, itu adalah wajar, agar menumbuhkan semangat pada dirinya untuk sederajad dengan lingkungan dimana kita berada. Dan bukan berarti harus rendah diri. Dan sesungguhnya pula semakin dalam ketidak percayaan pada dirinya, lantaran adanya kehendak untuk mengharapkan pengakuan dari orang lain. Sebegitu harapan pengakuan itu tidak dimungkinkan untuk didapatkan, akan menimbulkan rasa tidak percaya diri yang kemudian akan melahirkan rasa rendah diri. Tahukah, bahwa rendah diri itu sebenarnya adalah merendahkan dirinya sendiri? Jika terhadap dirinya sendiri saja direndahkan, bagaimana mungkin orang lain tidak merendahkan diri kita.
Intinya : Apapun keberadaan kita saat ini, serta adanya perasaan yang timbul, adalah merupakan tolok ukur untuk awal melangkah didalam mengadakan perubahan. Adapun yang menjadi perbandingannya adalah orang-orang disekitarmu yang membuat dirimu tidak percaya diri. Dan bukan lantas terhanyut pada orang tersebut. Tapi jadikanlah cambuk pemicu semangat. Dengan begitu dirimu telah melangkah untuk menuju perubahan, cepat atau lambat dirimu akan bisa melampaui mereka.
Tetapi, jika dirimu terhanyut akan rasa ketidak percayaan diri, lambat laun, akan menjadi kehilangan diri, yang akhirnya dirimu akan semakin tersesat didalam kegelapan, tidak lagi ada yang menuntunnya, serta akan mudah dikendalikan orang lain yang masih memiliki dirinya.
Untuk itu, bagi mereka yang masih belum parah kehilangan rasa percaya dirinya, segeralah sadar dengan membuang seluruh harapan tentang sebuah "pengakuan" dari orang lain.
Sebab unsur "aku" yang ada didalam dirimu, tentu akan lebih sesuai dibandingkan unsur "aku" yang dimiliki orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar