MAKNA : ANTARA 01 DAN 10 DALAM DIRI MANUSIA
Kita sering menyebut angka nol satu dengan 1 decimal yakni 1. Padahal sebenarnya angka yang terendah terdiri dari 2 decimal. Yakni 01; 02; 03 sampai angka yang tertinggi yakni 10.
Kali ini yang akan saya bahas adalah hubungan kedua angka itu terhadap diri manusia.
Segala apapun yang ada didunia senantiasa tercipta dalam keadaan berpasangan. Begitu pula tentang sifat seperti halnya panas dan dingin, empirik non empirik, kosong dan isi, begitu seterusnya. Yang berarti jika diwujudkan dalam angka, tentu diawali dengan 2 decimal, yang lambangnya 01dan diakhiri dengan 10. Dimana yang semula nol berada didepan, kemudian dibalik menjadi nol dibelakang. Apa hubungannya kedua lambang itu dengan diri manusia?
Secara hakiki kedua lambang tersebut mempunyai arti yang mendalam serta ada keterkaitan erat dengan asal muasal manusia sendiri.
Menurut pendapat saya NOL atau KOSONG yang merujuk kepada tempat atau ruang, yang bersifat ANTI ENERGI, serta merupakan lambang dari perempuan. Sedangkan SATU adalah merupakan angka yang merujuk pada ISI atau volume, yang bersifat ENERGI dan merupakan lambang dari LAKI-LAKI. Sehingga tidak heran jika secara genetika lambang perempuan ditulis dengan 0+. Sedangkan laki-laki adalah 0 dengan tanda panah kekanan atas.
Didalam diri manusia ada 2 unsur yang melambangkan "#hidup_dan_kehidupan". Yakni: 1. jantung manusia yang selalu berdetak sepanjang hidup merupakan awal dan akhir dari hidupnya manusia, yang berarti memiliki #Ruh karena yang membawa manusia menjadi hidup. 2. #Jiwa manusia yang melambangkan penggerak dari hidup manusia menjadi #kehidupan. Ruh. Manusia karena memiliki energi maka dia bersifat laki-laki atau bersifat angka.
Selanjutnya, "jiwa manusia" bisa bergerak dan berkembang lantaran adanya ruh, sehingga bersifat "perempuan" melambangkan "anti energi" atau bersifat 'ruang yang kosong atau hampa". Dan jika kedua unsur itu bertemu antara energi dan anti energi atau kosong bertemu isi akan memiliki muatan menjadi materi yakni : KOSONG SATU(01). Sehingga tidak heran jika suami istri yang berjalan dengan seiringan dengan suami, khususnya di Indonesia istri selalu berjalan disebelah kiri laki-laki. Atau "Jiwa" disebelah kiri dari "Ruh". Dan hal inilah yang menyebabkan perempuan yang hamil dan bukan laki-laki. Kenapa?
Karena perempuan bersifat ruang/tempat/kosong, yang butuh isi. Sehingga saat didalam perkawinan sudah ada isi bayi kemudian lahir ke permukaan, maka didalam perjalanan perkawinan itu akan bernilai semakin lama menuju angka SATU KOSONG(10). Dan tidak salah pula kenapa lebih dikenal dengan bahasa ibu atau bahasa "jiwa", bahkan sering saya sebut merupakan bahasa "firman".
Oleh karena itu rusak dan tidaknya suatu rumah tangga, lebih dititik beratkan pada seorang ibu, dan bukan seorang bapak. Sebab, tempat atau ruang yang kotor akan menyebabkan isi yang bersih menjadi kotor pula. Sedangkan tempat atau ruangan yang bersih juga tidak akan mungkin menaruh isi yang kotor. Dan itulah sebenarnya yang disebut jodoh yang dalam artian memiliki keseimbangan antara isi dan ruang, atau antara jiwa dan ruh.
Jadi intinya; berbicara keadaan seperti gelap dan terang berarti berbicara tempat atau ruang, yang bersifat anti energi yakni jiwa itu sendiri. Yang bersumber pada diri perempuan. Sedangkan bicara ruh adalah bicara tentang energi atau isi. Yang bersumber pada diri laki-laki.
Dan itu pula yang menyebabkan ada fatwa bahwa surga dibawah telapak kaki ibu dan bukan bapak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar